Menurut Presiden hal itu adalah permasalahan kecil sementara ia ingin fokus bekerja saja.
"Itu hal hal kecil lah, saya kerja saja," kata Jokowi di Senayan Park, Jakarta, Rabu, (2/8/2023).
Asal-usul Kata 'Bajingan' yang Disampaikan Rocky Gerung, Awalnya Profesi Mulia, Bukan Umpatan
Kata "bajingan" dilontarkan oleh akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung saat mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Gara-gara kata bajingan itu, Rocky Gerung dianggap menghina Jokowi dan dilaporkan kepada Polda Metro Jaya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI versi V, bajingan tercatat memiliki dua arti.
Pertama, bajingan masuk dalam kelas kata benda atau nomina dan berarti 'penjahat' atau 'pencopet'. Kedua, bajingan masuk dalam kelas kata sifat atau adjektiva dan memiliki arti 'kurang ajar' dan digunakan sebagai kata makian.
Kata bajingan dikaitkan dengan sesuatu yang negatif atau tidak baik. Akan tetapi, awalnya kata itu tidak digunakan untuk memaki.
Berdasarkan tulisan Arinta Widya Kurniawan berjudul "Bajingan: Sopir Gerobak dan Perubahan Sosial" dalam buku Mengulas yang Terbatas, Menafsir yang Silam (2017), bajingan awalnya adalah sebutan bagi orang yang berprofesi sebagai sopir atau pengendali gerobak sapi. Profesi bajingan sendiri kini mulai tergerus zaman.
Baca: Diduga Menghina Jokowi, Rocky Gerung Dibela Nasdem dan Demokrat, Disebut Masih Wajar
Kata bajingan diduga muncul pertama kali di wilayah Jawa Tengah sebelum masa pemerintahan Sultan Agung.
Aipda Latif Munir, pendiri Paguyuban Gerobak Sapi Langgeng di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengklaim kata bajingan berasal dari nama Mbah Jingan, seorang pencetus gerobak sapi sebagai alat transportasi di Jawa. Seiring dengan waktu, Mbah Jingan berubah menjadi Bajingan.
Mengalami peyorasi makna
Dikutip dari National Geographic, profesi bajingan sempat populer di Jawa dari tahun 1900-an hingga tahun 1940-an. Masyarakat memanfaatkan jasa bajingan untuk menuju kota guna berdagang, bersekolah, hingga bekerja.
Namun, jumlah bajingan mulai turun. Selain itu, gerobak sapi juga memiliki kelemahan besar, yakni sangat lambat dan waktu melintasnya tidak menentu.
Para calon penumpang sering kali mengeluh karena harus menunggu bajingan. Mereka pun berkata, "Bajingan kok suwe tekone" (Bajingan kok lama datangnya), atau "Bajingan gaweane suwe!" (Bajingan lambat kerjanya).
Baca: Geram, Petinggi Suku Dayak Minta Rocky Gerung Dihukum Adat: Polri Harus Tangkap Penghina Presiden!
Berbagai keluhan itu diduga membuat kata bajingan mengalami peyorasi atau pemburukan makna dan dijadikan kata umpatan. Padahal, awalnya bajingan adalah profesi mulia karena mengantarkan orang lain ke tempat tujuan mereka.
Rocky Gerung dalam Polemik "Bajingan"
Kata bajingan turut digunakan Rocky Gerung saat dia berpidato di depan massa buruh. Dalam pidato itu dia mengkritik pedas Jokowi. Dia kemudian dilaporkan oleh kelompok relawan Jokowi kepada Polda Metro Jaya.
Rocky mengklaim tidak menghina sosok Jokowi, tetapi kedudukan presiden.
"Yang boleh terhina hanyalah manusia, karena dia punya martabat," kata dia dalam acara Dialog Akal Sehat bertajuk "Etika Politik Mematangkan Demokrasi Indonesia" di Montong Tanggi, Lombok Timur, Senin, (31/7/2023), dikutip dari Wartakotalive.com.