Saldi Isra juga didapuk sebagai Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas yang memperhatikan isu-isu ketatanegaraan.
Saldi Isra juga dikenal sebagai aktivis antikorupsi, ia terlibat dalam berbagai gerakan antikoripsi.
Beberapa bukunya juga memperlihatkan perhatiannya yang sangat besar terhadap gerakan antikorupsi.
Saldi Isra juga pernah mendapat penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award pada 2004. Penghargaan tersebut diraih Saldi setelah mengungkap korupsi di DPRD Sumatera Barat yang berlangsung sejak 1999.
Selain itu, Saldi Juga menerima penghargaan Megawati Soekarnoputri Award untuk kategori Pahlawan Muda bidang Pemberantasan Korupsi. Penghargaan itu diraihnya pada 2012 lalu.
Pada 11 April 2017, Saldi Isra berhasil mencapai mimpinya menjadi hakim konstitusi di Mahkamah Konstitusi.
Ia dilantik langsung oleh Presiden Joko Widodo sebagai pengganti Patrialis Akbar yang terjerat kasus suap oleh KPK.
Baca: SOSOK Anwar Usman, Ketua MK yang Nikahi Adik Jokowi Kabulkan Syarat Baru Cawapres yang Kontroversial
Saldi Isra berhasil menempati peringkat pertama seleksi calon hakim MK di atas dosen universitas Nusa Cendana, Bernard L. Tanya dan Wicipto Setiadi, pensiunan Kementerian Hukum dan HAM.
Adapun indikator yang diuji dalam seleksi tersebut mencakup karya tulis analisis hasil putusan MK, wawancara, dan penelusuran rekam jejak.
Namun sebelumnya Saldi Isra sempat bimbang. Alasannya adalah adanya pergolakan batin dalam dirinya yang merasa belum mumpuni dari sisi usia hingga beratnya hati untuk menanggalkan status sebagai dosen.
Namun setelah mendapat nasihat dari Mahfud MD, Saldi pun mantap untuk mendaftarkan diri pada proses seleksi hakim konstitusi tahun 2017 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo.
Saldi Isra sendiri sebenarnya sudah sering datang ke MK dalam brebagai sidang uji materi. Adapun kehadirannya di sidang-sidang tersebut biasanya adalah sebagai pemberi keterangan ahli baik dari pihak pemohon maupun pihak terkait.
Berikut adalah daftar penghargaan yang pernah didapat oleh Hakim Saldi Isra:
- Megawati Soekarnoputri Award sebagai Pahlawan Muda Bidang Pemberantasan Korupsi (2012).
- Tokoh Muda Inspiratif versi Kompas (2009).
- Universitas Andalas (UNAND) Award bidang Penelitian (2007)
- Award of Achievement for People Who Make a Difference dari The Gleitsman Foundation, USA (2004)
- Bung Hatta Anti-Corruption Award (2004)
- SCTV Award sebagai Dosen Favorit Universitas Andalas dalam Rangkaian Kegiatan SCTV Goes to Campus (2003)
- Dosen Teladan II Universitas Andalas Tahun 2002.
- Dosen Teladan I Fakultas Hukum Universitas Andalas Tahun 2002.
- Lulusan Terbaik (S1) Universitas Andalas dengan prediket Summa Cumlaude Wisuda Maret 1995.
- Mahasiswa Berprestasi Utama Tingkat Nasional Tahun 1994.
- Mahasiswa Berprestasi Utama I Universitas Andalas tahun 1994.
- Mahasiswa Berprestasi Utama I Fakultas Hukum Universitas Andalas tahun 1994.
Kabar Terbaru
Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra dilaporkan oleh advokat Lisan Nusantara pada Kamis (19/10/2023) ke Majelis Kehormatan MK (MKMK), terkait perbedaan pendapat (dissenting opinion) pada Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 mengenai batas usia calon presiden-calon wakil presiden.
Wakil Ketua Umum Lisan Ahmad Fatoni menyoroti isi dissenting opinion Saldi yang menyinggung hakim lain.
"Saat itu Saldi Isra menyebarkan informasi subyektif menyudutkan hakim konsitusi lain," kata Fatoni dalam keterangannya, Jumat (20/10/2023), dilansir Kompas.
"Kami berharap orang seperti seperti Saldi Isra ini bisa diberhentikan sebagai hakim MK," ujar dia.
Lisan menilai bahwa pernyataan Saldi tendensius sehingga layak diperiksa secara etik.
Saldi dianggap bersikap tidak sesuai pedoman kode etik MK terkait prinsip kepantasan dan kesopanan.