TRIBUNNEWSWIKI.COM - Partai Gerindra menyebut semua kandidat cawapres Prabowo Subianto memiliki peluang yang sama.
Menurut Ketua Bidang Kajian Kebijakan Politik Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria atau Ariza, sosok cawapres Prabowo adalah kewenangan Prabowo dan para ketua umum partai yang masuk dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Ariza mengatakan partai pengusung memiliki usulan-usulan mengenai pendamping Prabowo.
Golkar mengusulkan ketua umumnya, Airlangga Hartarto. PAN mengusulkan Menteri BUMN Erick Thohir. PBB mengusulkan Yusril Ihza Mahendra.
"Jadi, Partai Golkar mengusulkan Airlangga Hartarto, PAN mengusulkan Erick Thohir, PBB mengusulkan Bapak Yusril Ihza Mahendra," kata Ariza dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (27/9/2023).
"Di luar itu juga ada nama Ridwan Kamil, ada nama Mas Gibran, ada nama Pak Mahfud MD, dan lain-lainnya."
"Semua punya kesempatan yang sama dan kami mengikuti apa yang menjadi keputusan bersama nanti Pak Prabowo bersama para ketua Umum yang memutuskan."
Baca: Pengamat Menduga PDIP Akan Panik jika Gibran Dijadikan Cawapres Prabowo
Ariza menyebut Waliko Surakarta Gibran Rakabuming Raka setara dengan kandidat lain. Menurutnya, setiap kandidat mempunyai keunggulan dan tidak ada yang lebih mendominasi.
"Terkait dengan Mas Gibran, Mas Gibran sama dengan cawapres-cawapres lain yang diusulkan oleh partai politik seperti Pak Airlangga, Pak Erick Thohir, Pak Yusril dan calon-calon lain yang diusulkan," kata Ariza.
"Jadi, sekali lagi semua punya kesempatan yang sama, tak ada yang dominan, tak ada yang melebihi satu sama lain."
PDIP bisa panik
Pengamat politik Ujang Komarudin menduga PDIP akan dilanda kepanikan jika Gibran dijadikan cawapres Prabowo.
Menurut Ujang, jika hal itu terjadi, tantangan yang dihadapi oleh PDIP dan Ganjar pada Pilpres 2024 akan lebih berat.
"Kalau Prabowo berpasangan dengan Gibran, maka PDIP dengan Ganjar akan berat melawan kekuatan Prabowo yang bersatu dengan Jokowi," kata Ujang, Sabtu, (23/9/2023), dikutip dari Tribun Jakarta.
Pengamat dari Universitas Al Azhar Indonesia mengatakan jika duet Prabowo-Gibran terwujud, sangat mungkin dukungan di dalam internal PDIP terpecah menjadi dua, yakni dukungan terhadap Ganjar dan dukungan terhadap Prabowo yang ada Jokowi dalam perahunya.
"Saya sih melihatnya karena kalau Prabowo gabung dengan Gibran setelah ada keputusan MK maka PDIP akan terbelah.
"Masa petugas partainya, yakni Jokowi dan Gibran ada di Prabowo kan, dan itu bisa membahayakan skema PDIP untuk hattrick menang Pemilu," kata Ujang.
Baca: Langgar UU Pemilu karena Ajak Pilih Ganjar, Gibran & Bobby Tak Disanksi, PDIP Buka Suara
Baca: Anies-Cak Imin Berduet, Pakar : Peluang Erick Thohir dan Gibran Jadi Cawapres Prabowo Terbuka
Disebut paling populer
Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Gibran adalah kandidat terpopuler untuk mendampingi Prabowo.
Gibran juga disebut sebagai satu-satunya wakil dari generasi milenial yang masuk dalam daftar kandidat cawapres Prabowo.