Anies-Cak Imin Berduet, Pakar : Peluang Erick Thohir dan Gibran Jadi Cawapres Prabowo Terbuka

PDI Perjuangan diperkirakan akan berusaha merangkul Demokrat untuk memperkuat pencapresan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo


zoom-inlihat foto
KOMPAScomLABIB-ZAMANIc.jpg
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Solo, Jawa Tangah, Minggu (28/5/2023).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Peluang Menteri BUMN Erick Thohir dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Prabowo Subianto dinilai terbuka lebar.

Sebab, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang semula digadang-gadang menjadi cawapres Prabowo dikabarkan akan berduet dengan bakal calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan.

“Kaburnya PKB ke sisi Nasdem membuka kesempatan bagi Erick Tohir dan Gibran untuk menjadi cawapres pendamping Prabowo,” kata Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam kepada Kompas.com, Jumat (1/9/2023).

Sebelumnya, beberapa nama berseliweran di bursa cawapres Prabowo.

Erick Thohir diajukan oleh Partai Amanat Nasional (PAN), salah satu parpol anggota koalisi pendukung Prabowo, Koalisi Indonesia Maju.

Adapun, wacana duet Prabowo-Gibran muncul dari sejumlah kelompok relawan, meski putra sulung Presiden Joko Widodo itu belum memenuhi syarat minimal usia cawapres.

Di sisi lain, sejak awal berkoalisi dengan Gerindra, PKB ngotot mengajukan nama Cak Imin, demikian sapaan akrab Muhaimin, sebagai bakal calon RI-2.

Umam menduga, dengan merapatnya PKB ke Nasdem, sikap politik Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dua dari tiga parpol anggota Koalisi Perubahan untuk Persatuan, akan terbelah.

Demokrat yang merasa dikhianati lantaran ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), batal jadi cawapres, diprediksi berpaling dari koalisi pendukung Anies.

“PKS sendiri kemungkinan bisa tetap mendukung Anies karena kabarnya telah menerima logistik dan juga mendapatkan coat-tail effect dari pencapresan Anies,” ujar Umam.

Abdul Muhaimin Iskandar
Abdul Muhaimin Iskandar (Istimewa)

Namun demikian, retaknya Koalisi Perubahan untuk Persatuan bakal dimanfaatkan poros-poros politik pesaing.

PDI Perjuangan diperkirakan akan berusaha merangkul Demokrat untuk memperkuat pencapresan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Di sisi lain, Prabowo yang baru saja kehilangan PKB tentu juga berusaha mendekati Demokrat dan PKS yang jelas-jelas punya sejarah dukungan pada pilpres sebelumnya,” tutur dosen Universitas Paramadina itu.

Sementara itu, kabar duet Anies-Muhaimin pertama kali diungkap oleh Partai Demokrat. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Demokrat Teuku Riefky Harsya mengatakan, nama Cak Imin ditunjuk langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Menurutnya, keputusan itu diambil secara sepihak oleh Surya Paloh setelah ia bertemu dengan Muhaimin di markas Nasdem di Menteng, Jakarta, Selasa (29/8/2023).

“Secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS,” ujar Riefky dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023).

Demokrat mengaku dipaksa menerima keputusan itu.

Mereka menilai, penunjukan Muhaimin sebagai cawapres merupakan bentuk pengkhianatan Nasdem dan Anies atas piagam pembentukan Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Riefky mengeklaim, pada 14 Juni 2023 lalu, Anies sebenarnya sudah menunjuk Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai pendampingnya pada Pilpres 2024.

Hanya saja, tiba-tiba saja situasi berubah drastis.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved