Bongkar Surat Anies Minta AHY Jadi Cawapres, Demokrat: Anies Berdarah Dingin, tapi Pengecut

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Andi Arief membagikan surat Anies kepada AHY.


zoom-inlihat foto
Surat-anies.jpg
Warta Kota
Foto surat yang diduga ditulis Anies Baswedan untuk Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.


Namun, kata dia, situasi berubah cepat dan Anies pun mengkhianati piagam pembentukan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang beranggotakan Demokrat, Nasdem, dan PKS.

Tudingan pengkhianatan itu dilontarkan setelah Demokrat mengungkap bahwa Anies dipasangkan dengan Cak Imin oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Baca: Tuding Anies Berkhianat, Demokrat Klaim Anies Sudah Tunjuk AHY Jadi Cawapresnya 2 Bulan Lalu

Baca: Isu Duet Anies-Cak Imin, Tudingan Pengkhianatan Surya Paloh, & KPP yang Terancam Bubar

Menurut Riefky, penunjukan Cak Imin sebagai pasangan Anies itu dilakukan setelah Surya bertemu dengan Cak Imin di markas Nasdem di Menteng, Jakarta, Selasa, (29/8/2023).

“Secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS,” kata Riefky dalam keterangannya, Kamis sore, (31/8/2023), dikutip dari Kompas.com.

Riefky mengatakan setelah pertemuan itu Surya memanggil Anies guna menyampaikan keputusan itu. Menurut Riefky, Anies setuju dipasangkan dengan Cak Imin dalam kontestasi tahun depan.

“Bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem Surya Paloh."

Riefky mengklaim keputusan duet itu tak langsung dikabarkan Anies kepada Demokrat dan PKS yang menjadi anggota KPP.

Sehari setelah pertemuan itu Anies malah meminta Sudirman Said yang menjadi juru bicaranya untuk menyampaikan hal itu. Kata Riefky, Demokrat dipaksa untuk menyetujui keputusan itu.

Baca: AHY Sudah Tahu Sosok Cawapres Pendamping Anies, Tolak Bocorkan: Tanya ke Pak Anies

Demokrat menganggap keputusan penunjukan Cak Imin sebagai cawapres adalah bentuk pengkhianatan Nasdem dan Anies atas piagam pembentukan KPP.

Dalam piagam tersebut, Nasdem, Demokrat, dan PKS sudah sepakat bekerja sama dan memberikan mandat kepada Anies untuk memilih sendiri pendampingnya.

“Pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh capres Anies Baswedan yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan,” kata Riefky.

KPP terancam bubar

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menganggap wacana duet Anies dan Cak Imin mengancam keberlangsungan KPP.

"Ini ancaman serius bagi bubarnya Koalisi Perubahan, salah satu saja partai Koalisi Perubahan hengkang, maka kemungkinan besar Mas Anies sulit untuk berlayar di 2024, dengan asumsi tidak ada kendaraan baru yang menjadi pengganti jika Demokrat keluar," kata Burhanuddin, Kamis malam, (31/8/2023) dalam program Apa Kabar Indonesia Malam di tvOne.

"Nah sepertinya, munculnya PKB sebagai salah satu opsi dengan menawarkan Cak Imin sebagai cawapres Mas Anies, itu dianggap sebagai kompensasi kalau misalnya Demokrat keluar, PKB diharapkan bisa menambal kekurangan presidential threshold."

Baca: Hasil Survei Capres 2024 Terbaru, Elektabilitas Prabowo Kalahkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Burhanuddin menyebut koalisi pendukung Anies itu bisa layu sebelum bekembang. Akan tetapi, dia menyebut sejak awal sudah ada tanda-tanda bahwa koalisi Anies retak.

"Sebenarnya kita sudah bisa memprediksi dari awal, ada hubungan yang menurut saya cukup kurang harmonis antara Nasdem dengan Partai Demokrat."

Menurut pengamat politik itu, Nasdem dan Demokrat belum satu suara tentang sosok cawapres Anies dan waktu pengumuman sosok cawapres tersebut.

"Keduanya ini sepertinya belum ketemu sampai akhirnya muncul dugaan bahwa Anies mulai pindah ke lain hati, terutama soal cawapres yang tidak lagi memprioritaskan AHY, tetapi Cak Imin," kata dia menjelaskan.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Pilpres 2024 di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved