Isu Duet Anies-Cak Imin, Tudingan Pengkhianatan Surya Paloh, & KPP yang Terancam Bubar

Partai Demokrat menuding Partai Nasdem telah mengkhianati kesepakatan dalam pembentukan koalisi.


zoom-inlihat foto
dan-Agus-Harimurti-Yudhoyono-berpelukan-s.jpg
Kompas.com
Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono berpelukan saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu, (12/7/2023) dini hari.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (capres) terancam bubar setelah muncul isu Anies akan menggandeng Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai pendampingnya.

Rumor duet Anies dan Cak Imin itu disampaikan pertama kali oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Demokrat Teuku Riefky Harsya.

Menurut Riefky, Cak Imin telah dipilih oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh untuk mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta itu setelah Surya bertemu dengan Cak Imin di markas Nasdem di Menteng, Jakarta, Selasa, (29/8/2023).

“Secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS,” kata Riefky dalam keterangannya, Kamis sore, (31/8/2023), dikutip dari Kompas.com.

Riefky mengatakan setelah pertemuan itu Surya memanggil Anies guna menyampaikan keputusan itu. Menurut Riefky, Anies setuju dipasangkan dengan Cak Imin dalam kontestasi tahun depan.

 “Bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh."

Baca: AHY Sudah Tahu Sosok Cawapres Pendamping Anies, Tolak Bocorkan: Tanya ke Pak Anies

Baca: Hasil Survei Capres 2024 Terbaru, Elektabilitas Prabowo Kalahkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Riefky mengklaim keputusan duet itu tak langsung dikabarkan Anies kepada Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (KPP) yang menjadi anggota KPP.

Sehari setelah pertemuan itu Anies malah meminta Sudirman Said yang menjadi juru bicaranya untuk menyampaikan hal itu. Kata Riefky, Demokrat dipaksa untuk menyetujui keputusan itu.

Demokrat menganggap keputusan penunjukan Cak Imi sebagai cawapres adalah bentuk pengkhianatan Nasdem dan Anies atas piagam pembentukan KPP.

Dalam piagam tersebut, Nasdem, Demokrat, dan PKS sudah sepakat bekerja sama dan memberikan mandat kepada Anies untuk memilih sendiri pendampingnya.

Menurut Riefky, pada tanggal 14 Juni 2023 lalu Anies sebenarnya telah menunjuk Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapresnya. Akan tetapi, situasi berubah dengan sangat cepat.

“Pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh capres Anies Baswedan yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan,” kata Riefky.

Baca: PDIP Impikan Duet Ganjar & Anies, Pengamat Anggap Ideal, Nasdem Sambut Baik, PKS & Demokrat Menolak

Baca: Terbuka Bahas Duet Ganjar Pranowo & Anies Baswedan, Nasdem: Berimajinasi Tidak Dilarang

Ketua Umum Surya Paloh dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara, Kamis (26/1/2023) sore.
Ketua Umum Surya Paloh dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara, Kamis (26/1/2023) sore. (Tribunnews)

Terancam bubar

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menganggap wacana duet Anies dan Cak Imin mengancam keberlangsungan KPP.

"Ini ancaman serius bagi bubarnya Koalisi Perubahan, salah satu saja partai Koalisi Perubahan hengkang, maka kemungkinan besar Mas Anies sulit untuk berlayar di 2024, dengan asumsi tidak ada kendaraan baru yang menjadi pengganti jika Demokrat keluar," kata Burhanuddin, Kamis malam, (31/8/2023) dalam program Apa Kabar Indonesia Malam di tvOne.

"Nah sepertinya, munculnya PKB sebagai salah satu opsi dengan menawarkan Cak Imin sebagai cawapres Mas Anies, itu dianggap sebagai kompensasi kalau misalnya Demokrat keluar, PKB diharapkan bisa menambal kekurangan presidential threshold."

Burhanuddin menyebut koalisi pendukung Anies itu bisa layu sebelum bekembang. Akan tetapi, dia menyebut sejak awal sudah ada tanda-tanda bahwa koalisi Anies retak.

Baca: Terobos Kandang Banteng, Anies Baswedan: Jawa Tengah Itu Lahan Subur Kemenangan Nasdem

Baca: Koalisi Prabowo Makin Besar, Koalisi Ganjar Rapuh, Koalisi Anies Malah Terancam Bubar

"Sebenarnya kita sudah bisa memprediksi dari awal, ada hubungan yang menurut saya cukup kurang harmonis antara Nasdem dengan Partai Demokrat."

Menurut pengamat politik itu, Nasdem dan Demokrat belum satu suara tentang sosok cawapres Anies dan waktu pengumuman sosok cawapres tersebut.

"Keduanya ini sepertinya belum ketemu sampai akhirnya muncul dugaan bahwa Anies mulai pindah ke lain hati, terutama soal cawapres yang tidak lagi memprioritaskan AHY, tetapi Cak Imin," kata dia menjelaskan.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Pilpres 2024 di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved