TRIBUNNEWSWIKI.COM - Partai Demokrat mengklaim Anies Baswedan sudah menunjuk Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) yang mendampinginya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Demokrat Teuku Riefky Harsya, penunjukan oleh Anies itu terjadi pada 14 Juni 2023 atau sekitar 2 bulan yang lalu.
Sebelum penunjukan itu dilakukan, Anies terlebih dulu berkomunikasi dengan AHY
"Capres Anies menghubungi pada 12 Juni 2023 dan mengatakan kepada Ketum AHY, 'Saya ditelepon beberapa kali oleh ibu saya dan guru spiritual saya agar segera berpasangan dengan capres-cawapres Anies-AHY,'" kata Riefky, Kamis, (31/8/20230, dikutip dari Kompas TV.
"Maka pada 14 Juni 2023, capres Anies memutuskan untuk memilih Ketum AHY sebagai cawapresnya."
Namun, kata dia, situasi berubah cepat dan Anies pun mengkhianati piagam pembentukan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang beranggotakan Demokrat, Nasdem, dan PKS.
Tudingan pengkhianatan itu dilontarkan setelah Demokrat mengklaim bahwa Anies dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.
Baca: Isu Duet Anies-Cak Imin, Tudingan Pengkhianatan Surya Paloh, & KPP yang Terancam Bubar
Menurut Riefky, penunjukan Cak Imin sebagai pasangan Anies itu dilakukan setelah Surya bertemu dengan Cak Imin di markas Nasdem di Menteng, Jakarta, Selasa, (29/8/2023).
“Secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS,” kata Riefky dalam keterangannya, Kamis sore, (31/8/2023), dikutip dari Kompas.com.
Riefky mengatakan setelah pertemuan itu Surya memanggil Anies guna menyampaikan keputusan itu. Menurut Riefky, Anies setuju dipasangkan dengan Cak Imin dalam kontestasi tahun depan.
“Bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem Surya Paloh."
Riefky mengklaim keputusan duet itu tak langsung dikabarkan Anies kepada Demokrat dan PKS yang menjadi anggota KPP.
Sehari setelah pertemuan itu Anies malah meminta Sudirman Said yang menjadi juru bicaranya untuk menyampaikan hal itu. Kata Riefky, Demokrat dipaksa untuk menyetujui keputusan itu.
Baca: AHY Sudah Tahu Sosok Cawapres Pendamping Anies, Tolak Bocorkan: Tanya ke Pak Anies
Baca: PDIP Impikan Duet Ganjar & Anies, Pengamat Anggap Ideal, Nasdem Sambut Baik, PKS & Demokrat Menolak
Demokrat menganggap keputusan penunjukan Cak Imin sebagai cawapres adalah bentuk pengkhianatan Nasdem dan Anies atas piagam pembentukan KPP.
Dalam piagam tersebut, Nasdem, Demokrat, dan PKS sudah sepakat bekerja sama dan memberikan mandat kepada Anies untuk memilih sendiri pendampingnya.
“Pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh capres Anies Baswedan yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan,” kata Riefky.
Nasdem minta tunggu dulu
Menurut anggota Tim 8 KPP, Sudirman Said, AHY adalah satu-satunya bakal cawapres pendamping Anies.
Sudirman mengklaim AHY sudah diusulkan sebagai pendamping setelah Anies membahas dan mengkaji semua nama yang diusulkan lewar proses penjajakan sampai eliminasi.
"Sampai pada kenyataannya bahwa nama yang tersedia dan bersedia adalah Agus Harimurti Yudhoyono. Hal ini disampaikan kepada semua pimpinan partai dalam koalisi di bulan Juni 2023," ujar Sudirman dalam keterangan tertulis, Kamis, (31/8/2023), dikutip dari Kompas.com.
Baca: Terbuka Bahas Duet Ganjar Pranowo & Anies Baswedan, Nasdem: Berimajinasi Tidak Dilarang
Baca: Survei Litbang Kompas: Prabowo Unggul Lawan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan