“Dari Oktober (2022) sampai sekarang kami sudah menambah ruang terbuka hijau di 800 lokasi, kami juga sudah menanam 216 ribu pohon,” ujarnya.
Apakah Mobil Listrik Bisa Jadi Solusi Utama Atasi Polusi Udara di Ibu Kota?
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menilai, mobil listrik belum bisa menjadi solusi utama untuk mengatasi persoalan polusi udara di Jakarta.
Menurutnya, butuh waktu lama bagi masyarakat untuk menjadikan mobil listrik sebagai pilihan utama dalam berkendara.
"Sekarang baru sifatnya subtitusi," kata Muhadjir saat ditemui di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Senin (14/8/2023).
Untuk saat ini, Muhadjir mengimbau kepada masyarakat Jakarta untuk mengenakan masker demi menghindari polusi udara.
"Makanya jangan terlalu banyak menghirup, pakai masker," ujarnya.
Baca: Didorong Situasi Polusi Udara Tanah Air, Insto Hadirkan Varian Cool, Gandeng Jonatan Christie
Selain itu, menurut Muhadjir, pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang baru di Kalimantan Timur juga dapat menjadi solusi atas polusi di Ibu Kota saat ini.
"Solusinya itu pindah ke IKN itu memang, itu solusi strategis itu nggak ribet lagi," paparnya.
Muhadjir juga mengklaim, Gubernur DKI Jakarta lah yang paling tahu solusi dari buruknya kualitas udara Jakarta saat ini.
Melansir Kompas.com dari laman IQAir, indeks kualitas udara di Ibu Kota tercatat di angka 159 dan masuk dalam kategori tidak sehat, pada Senin (14/8), pukul 06.46 WIB.
Jakarta diperkirakan dalam kategori kondisi tidak sehat selama beberapa hari ke depan hingga Selasa (15/8/2023).
Konsentrasi polutan tertinggi dalam udara DKI Jakarta hari ini ialah PM 2.5 atau partikel udara berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer, dengan jumlah 71,4 mikrogram/meter kubik.
(Tribunnewswiki.com/TribunJakarta.com/Kompas.com)