TRIBUNNEWSWIKI.COM - Akhir-akhir ini kondisi udara di Provinsi DKI Jakarta sedang tidak baik.
Oleh karena itu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengimbau kantor instansi swasta untuk menerapkan hybrid working untuk membantu mengatasi polusi udara di Jakarta.
Menurutnya, usulan tersebut telah disepakati dalam rapat terbatas (ratas) polusi udara yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (14/8/2023).
Sebagai informasi, hybrid working merupakan sistem yang mengombinasikan antara bekerja dari kantor atau work from office (WFO) dengan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk para karyawan.
"Swasta tadi (menurut) hasil rapat, mudah-mudahan swasta dari tingkat pusat bisa menerapkan itu. Ya kayak (sistem kerja) saat Covid-19 saja," ujar Heru di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Kompas.com.
Heru mengklaim apabila hybrid working diterapkan bisa mengurangi pemakaian kendaraan bermotor baik mobil atau motor.
Ia juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pengusaha terkait rencana penerapan hybrid working.
Meski begitu, Heru mengakui kebijakan tersebut baru sebatas imbauan, bukan kewajiban bagi perusahaan swasta.
"Swasta saya tidak bisa menetapkan tapi mengimbau. Tapi itu nanti minggu besok atau rapat berikutnya kita akan bahas juga," ujar Heru.
Sementara, Heru akan menerapkan kebijakan hybrid working bagi PNS di lingkungan pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Untuk para PNS di DKI, diterapkan kuota 50 persen bekerja secara WFO dan 50 persen WFH.
Lalu ada pula penerapan opsi pengaturan dengan kuota 60 persen dibanding 40 persen.
Namun, bagi PNS yang bekerja di bidang pelayanan publik, Heru meminta untuk tetap menjalankan WFO.
Baca: Gubernur DKI Jakarta Minta Semua Perusahaan Pantau Sumber Polusi & Emisi di Tempat Masing-Masing
Selain kebijakan tersebut, Heru mengusulkan aturan wajib kendaraan dengan spesifikasi mesin tertentu untuk menggunakan bahan bakar Pertamax Turbo yang memiliki oktan tinggi.
Ia meminta kepada seluruh warga Jakarta untuk disiplin dan taat mengikuti anjuran itu.
“Kami usul di Jakarta untuk kendaraan 2.400 cc sebaiknya harus disiplin menggunakan Pertamax Turbo,”
“Kalau memang dari pabrikan sudah harus menggunakan bahan bakar Euro 4, ya kita masyarakat haeus disiplin melaksanakan itu,” lanjut Heru.
Heru berharap dengan memakai bahan bakar sesuai dengan yang dianjurkan, bisa meminimalisir emisi gas buang dan kualitas udara Jakarta berangsur membaik.
Selain itu, pihaknya juga mengklaim telah berusaha mengatasi tingginya polusi udara di Jakarta dengan melakukan penghijauan di sejumlah titik.