TRIBUNNEWSWIKI.COM - Inilah tampang dari AT alias Abdi Toisuta (25) anak dari keua DPRD Kota Ambon Elly Toisuta yang aniaya remaja hingga tewas.
Seperti yang diberitakan, Abdi Toisuta alias AT (25) kini menjadi tersangka kasus penganiayaan remaja hingga tewas.
Remaja malang yang menjadi korban penganiayaan Abdi Toisuta adalah RRS (15).
Setelah menganiaya hingga menyebabkan korban tak sadarkan diri, Abdi Toisuta teriak akan bertanggung jawab.
RRS tewas setelah sempat tak sadarkan diri setelah mendapatkan tiga kali pukulan di kepala oleh AT.
AT Sendiri kini sudah ditahan di polresta pulau Ambon atas tindakannya tersebut.
Baca: Anak Ketua DPRD Kota Ambon Aniaya Remaja 15 Tahun sampai Mati Hanya Gara-gara Hal Sepele Ini
Baca: Kronologi Anggota Polda Metro Jaya Aniaya Pelaku Kasus Narkoba Hingga Meninggal, Terancam Dipecat
AT sendiri dalam kejadian sempat berteriak akan bertanggung jawab setelah korban pingsan dipukul.
Dari kronologi yang ada, peristiwa tersebut terjadi saat korban dan temannya berinisial MFS (16) pergi ke rumah saudaranya di kawasan Talake untuk mengembalikan jaket.
Nahas, korban lalu dipukul hanya gegara tak sengaja menyenggol pelaku dan tak menegurnya saat masuk kompleks.
Dalam video yang beredar, pelaku memukul korban sambil berseru kalau masuk komplek orang harus menegur, tak boleh berlagak.
Saat ia ditegur oleh orang-orang kompleks dan keluarga korban, pelaku lalu menjawab akan bertanggung jawab.
"Beta-beta," katanya saat ditanya siapa yang memukul korban.
Lalu orang yang bertanya tersebut menyebutkan kalau korban sudah pingsan.
Pelaku kemudian berseru akan bertanggung jawab sebanyak empat kali di dalam video.
"Beta tanggung jawab, beta tanggung jawab, beta tanggung jawab"
"Beta tanggung jawab, beta seng lari ini e," ucap pelaku.
Baca: Rafael Alun Tak Mau Bayar Restitusi Rp120 M, Ayah David: RAT Lebih Cinta Harta daripada Mario Dandy!
Baca: Profil Amanda, Mantan Mario Dandy yang Jadi Saksi di Persidangan Pakai Kursi Roda & Nyaris Pingsan
Saat dikonfirmasi, Ps Kasi Humas Polresta Pulau Ambon Ipda Janete Luhukay membenarkan peristiwa penganiayaan itu terjadi di kawasan Talake tepatnya di Asrama Polisi Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Minggu (30/7/2023) sekitar pukul 21.00 WIT.
Kejadian itu bermula saat korban dan temannya MFS (16) pergi ke rumah saudaranya di kawasan Talake untuk mengembalikan jaket.
Namun saat keduanya memasuki Gapura Lorong Masjid Talake, ternyata keduanya hampir bersenggolan dengan pelaku.
"Dalam perjalan keduanya ke arah rumah saudara ternyata pelaku AT mengikuti mereka. Lalu tiba-tiba pelaku datang dan memukul korban sebanyak tiga kali," ucap Janete dalam keterangan tertulisnya (31/7/2023).