TRAGIS ! Bayi 1,5 Tahun di Kulon Progo Tewas usai Minum Pertalite dari Jok Motor

Dugaan kematian batita gara-gara minum pertqalite ini gegerkan warga Kalurahan Temonwetan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, DIY


zoom-inlihat foto
Kompascom.jpg
Kompas.com
ILUSTRASI - batita tewas usai meminum pertalite dari jok motor


TRIBUNNEWSWIKI.COM - kabar mengejutkan datang dari Kulon Progo.

Seorang bayi bawah tiga tahun atau batita tewas usai minum pertalite dari jok.

Dugaan kematian batita gara-gara minum pertqalite ini gegerkan warga Kalurahan Temonwetan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Batuta tersebut adalah R yang baru berusia 1,5 tahun.

Rumah sakit berjibaku menangani R (1,5 tahun), bocah malang tersebut.

Sayang, nyawa R tidak tertolong.

Baca: Bayi 7 Bulan di Bekasi Alami Obesitas, Berat Badannya Capai 15 Kg

Baca: Viral Ibu di Pati Tewas Sambil Peluk Bayinya, Polisi Lakukan Autopsi

Sementara itu kakek korban bernama S (67) membenarkan, korban adalah cucunya.

Terkait kejadian persisnya yang terjadi pada bayi malang tersebut tak ada yang tahu.

“(Korban) sebetulnya cucu saya. Bagaimana kejadian persisnya tidak tahu karena berada bukan di rumah,” kata S ditemui di rumahnya, Sabtu (24/6/2023), dilansir Kompas.

Ilustrasi mayat bayi. Batita di Kulon Progo tewas usai tenggak BBM
Ilustrasi mayat bayi. Batita di Kulon Progo tewas usai tenggak BBM (Wartakota/Ilustrasi)

R merupakan anak kedua dari pasangan suami At (31) dan Y, istrinya.

Anak pertama mereka bernama Al, masih duduk di taman kanak-kanak.

Keluarga At hidup sederhana di rumah S, penjual kayu.

At dan Y sama-sama bekerja.

At pemuda dengan fisik kuat, bekerja sebagai buruh harian lepas, tukang bangunan, bahkan kadang jadi buruh panjat kelapa.

Sementara Y memasarkan kue-kue dari supplier jajanan di kecamatan sebelah ke pasar dan warung.

S menceritakan, R masuk rumah sakit lantaran meminum BBM.

Kepastian BBM yang diminum itu setelah R berhasil memuntahkan BBM saat ditangani tim medis Rumah Sakit Umum Risky Amalia Temon.

Semula, R dalam kondisi kesadaran menurun ketika masuk Risky Amalia.

Usaha rumah sakit mengeluarkan BBM, membuat R akhirnya mulai bisa menangis dan dirawat.

Namun hal ini tidak berlangsung lama, R kembali melemah.

“Mau dirujuk ke (RSUD) Wates. Menunggu administrasi dan ambulan. Tapi anaknya sudah tidak kuat,” kata S. Suaranya terdengar tegar.

R diduga minum BBM itu dari motor Supra yang dipakai Y untuk mengedarkan kue. Motor itu dalam kondisi tidak terawat baik, di mana jok motor mudah dibuka.

“Jok motor rusak. Tutupnya mungkin tidak ketutup,” kata At.

Perangkat kantor desa Temonwetan, M Abdul Aziz mengumpulkan keterangan terkait warganya, termasuk dari kepolisian.

Dari sejumlah keterangan yang dihimpun, Y, Al dan R naik motor Supra hingga Tegalrejo, Kalurahan Janten, Sabtu (17/6/2023), sore. Kira-kira 2,2 kilometer jaraknya dari rumah.

Usai isi BBM, R diduga lepas dari pengawasan sang ibu sehingga bisa minum Pertalite motor. Begitu melihat R tidak sadar, Y dan warga sekitar meminta bantuan bidan desa terdekat. Karena kondisinya yang mengawatirkan, mereka melarikan R ke Rizki Amalia Temon.

“(Informasi) hasil dari kepolisian, anak itu positif meminum BBM jenis Pertalite di jok motor di mana ibunya habis mengisi BBM,” kata Aziz.

R tidak bertahan dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. “Sekitar 2-3 jam (dalam perawatan lalu) meninggal,” kata Aziz.

Baca: Penyebab Meninggalnya Ibu yang Ditemukan Tewas Sambil Berpelukan dengan 3 Anak Balitanya

Baca: Sosok Budiati, Ibu di Pati yang Meninggal Sambil Memeluk 3 Bayinya, Tewas Dianiaya Suami Siri

R dipulangkan ke rumahnya hari itu. Aziz mengungkapkan, keluarga menganggap kasus ini sebagai musibah. Mereka tidak berniat melapor atau mengadukan kasus tersebut ke polisi.

Hal ini terungkap ketika polisi tiba bersama Aziz sebelum pemakaman berlangsung.

“Sebelum pemakaman polisi jam 09 sudah datang dan saya dampingi. Sempat ada mediasi. Tapi, suaminya (At) mengaku menerima kejadian sebagai musibah dan tidak menuntut ke polisi,” kata Aziz.

Bocah itu pun kemudian dikebumikan di makam pedukuhan, Minggu (18/6/2023) jam 10.00 WIB.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor Kulon Progo, Iptu Triatmi Noviartuti (Novi) mengungkap, polisi masih mendalami kasus ini.

“Benar memang ada kejadian tersebut,” kata Novi via pesan singkat.

Viral Balita 3 Tahun Positif Narkoba Gara-gara Diberi Air Mineral Tetangga, Awalnya Dikira Kesurupan

Masyarakat kembali digegerkan dengan balita yang positif narkoba.

Awalnya balita 3 tahun di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur ini dikira kesurupan.

Kejadian ini bermula saat balita 3 tahun tersebut meminum air mineral dari tetangganya.

Ternyata, air mineral tersebut mengandung sabu.

Hal ini juga sudah dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo.

Ia mengkonfirmasi adanya kabar pelaporan terduga pelaku ke Polresta Samarinda.

"Masih dilidik (penyelidikan) dan masih ditunggu laporannya," ujar Kombes Yusuf, dilansir Kompas, Minggu (11/6/2023).

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim Rina Zainun mengungkapkan kronologi balita tersebut terinfeksi narkoba.

Baca: SOSOK Andi Irfan Syafruddin, Kepala Kejari Madiun yang Dicopot Gegara Pakai Narkoba Jenis Sabu

Baca: Dua Oknum TNI Kurir Sabu 75 Kg Menangis dan Bersujud Usai Lolos dari Pidana Mati

Kejadian bermula saat korban bersama ibunya berkunjung ke rumah tetangga untuk mencabutkan uban di rambut tetangganya, pada Selasa (6/6/2023).

Tidak berselang lama, korban mengaku haus dan meminta minum pada ibunya.

"Nah, akhirnya ngomonglah dengan tetangganya yang punya rumah untuk minta minum," kata Rina kepada Kompas.com, Minggu (11/6/2023).

Tetangga itu kemudian mengambilkan botol air mineral yang isinya hanya tinggal setengah untuk diberikan kepada anak tersebut.

Selesai mencarikan uban dari rumah tetangganya, N dan ibunya pulang ke rumah.

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kaltim saat menunjukan hasil tes urine dari bocah tiga tahun yang diduga dicekoki air bercampur sabu, Jumat (9/6/2023) lalu.
Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kaltim saat menunjukan hasil tes urine dari bocah tiga tahun yang diduga dicekoki air bercampur sabu, Jumat (9/6/2023) lalu. (TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA)

Saat malam hari, orangtua N merasa heran melihat balitanya. Anak tersebut biasanya tidur pukul 7 malam. Namun waktu itu, ia masih bangun pukul 10 malam bahkan hingga Subuh.

"Anak ini malah berbicara sendiri ngoceh sendiri, munguti-mungutin sampah di ambal (karpet anyaman), merobekin tisu, tidak mau minum, tidak mau makan," lanjut Rina.

Akhirnya, Rabu (7/6/2023) pukul 04.58 Wita, sang ibu bertanya ke tetangganya air apa yang diberikan ke anaknya.

Tetangga menjawab bahwa itu air yang dibawa dari warung. Namun, komunikasi mereka terputus karena tidak ada jawaban lagi.

Ibu N kemudian curhat melalui akun Facebook miliknya terkait kondisi anaknya. Selanjutnya TRC PPA Kaltim melihat unggahan tersebut dan menemui orangtua balita N.

Rabu sore (7/6/2023), Rina dan TRC PPA menemui orangtua N untuk menanyakan kondisi anaknya.
Ibu N menyebutkan anaknya mengeluarkan banyak keringat, selain itu keringat di kepala menimbulkan bau.

Balita N juga terus-menerus mengoceh, tidak mau tidur, makan dan minum, serta lebih akitif daripada sebelum meminum air dari tetangganya.

"Si ibu malah mengatakan anak itu kemungkinan kesurupan," ujar Rina.

Rina kemudian berkoordinasi dengan anggota lain yang pernah menangani kasus serupa. Balita N kemudian diarahkan untuk diperiksa urine.

Baca: Terungkap Detik-detik Terakhir Tewasnya Kasat Narkoba Polres Jaktim, Ada 6 Panggilan Telepon

Baca: 5 Fakta DJ Chantal Dewi Diciduk karena Kasus Narkoba: Pakai Sabu Sejak 2009-Terancam 4 Tahun Penjara

Malam harinya, N dibawa ke Rumah Sakit Atma Husada Mahakam, Samarinda, Kaltim untuk menjalani pemeriksaan.

"Setengah jam menunggu, hasilnya (urine) positif mengandung metamfetamina yang ada pada unsur sabu," ungkap Rina.

Setelah berkonsultasi dengan pihak dokter, TRC PPA membawa N ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda untuk menjalani opname.

Berdasarkan penjelasan tetangga yang memberikan air minim ke korban, botol tersebut diambilnya dari warung. Kebetulan, ibu korban dan tetangga itu sama-sama bekerja di sebuah warung.

Namun, anggota TRC PPA Kaltim Diah menyatakan air itu berbeda dengan yang dijual di warung.

"Di warung tersebut menjual air merek B, yang diberikan ke anak itu merek A. Si ibu juga sudah mengkonfirmasi ke pemilik warung bahwa tidak ada air yang dibawa dari warung," ujarnya dilansir dari Kompas TV, Minggu (11/6/2023).

Rina menjelaskan, TRC PPA mendampingi ibu korban melaporkan kejadian ini ke Polresta Samarinda pada Kamis (8/6/2023).

"Hingga kemarin, tepat di hari Sabtu (10/6/2023), kami membuat Laporan Polisi (LP) dan sudah ada proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap ibu korban," lanjutnya.

Ilustrasi hasil pemeriksaan balita di Samarinda positif narkoba - Inilah kronologi balita tiga tahun di Samarinda Utara, Kalimantan Timur positif narkoba, hingga polisi amankan tetangga korban.
Ilustrasi hasil pemeriksaan balita di Samarinda positif narkoba - Inilah kronologi balita tiga tahun di Samarinda Utara, Kalimantan Timur positif narkoba, hingga polisi amankan tetangga korban. (Kolase TribunKaltim.co)

Polresta Samarinda juga telah memeriksa dua saksi, yakni ibu korban dan pemberi minuman.

Ditres Narkoba Polres Samarinda kemudian melakukan penjemputan terhadap dua orang terduga pelaku untuk dimintai keterangan.

"Terduga pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian," tegasnya.

Rina bersama TRC PPA Kaltim berharap kejadian ini dapat ditindaklanjuti dan terduga pelaku bisa secepatnya ditetapkan sebagai tersangka.

"Karena akibat dari kesengajaan memberikan air minum tersebut mengakibatkan ada balita yang menjadi korban dan mengalami gangguan kesehatan secara psikis dan fisik," ujar Rina.

(TRIBUNNEWSWIKI)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved