TRAGIS ! Bayi 1,5 Tahun di Kulon Progo Tewas usai Minum Pertalite dari Jok Motor

Dugaan kematian batita gara-gara minum pertqalite ini gegerkan warga Kalurahan Temonwetan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, DIY


zoom-inlihat foto
Kompascom.jpg
Kompas.com
ILUSTRASI - batita tewas usai meminum pertalite dari jok motor


Ia mengkonfirmasi adanya kabar pelaporan terduga pelaku ke Polresta Samarinda.

"Masih dilidik (penyelidikan) dan masih ditunggu laporannya," ujar Kombes Yusuf, dilansir Kompas, Minggu (11/6/2023).

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim Rina Zainun mengungkapkan kronologi balita tersebut terinfeksi narkoba.

Baca: SOSOK Andi Irfan Syafruddin, Kepala Kejari Madiun yang Dicopot Gegara Pakai Narkoba Jenis Sabu

Baca: Dua Oknum TNI Kurir Sabu 75 Kg Menangis dan Bersujud Usai Lolos dari Pidana Mati

Kejadian bermula saat korban bersama ibunya berkunjung ke rumah tetangga untuk mencabutkan uban di rambut tetangganya, pada Selasa (6/6/2023).

Tidak berselang lama, korban mengaku haus dan meminta minum pada ibunya.

"Nah, akhirnya ngomonglah dengan tetangganya yang punya rumah untuk minta minum," kata Rina kepada Kompas.com, Minggu (11/6/2023).

Tetangga itu kemudian mengambilkan botol air mineral yang isinya hanya tinggal setengah untuk diberikan kepada anak tersebut.

Selesai mencarikan uban dari rumah tetangganya, N dan ibunya pulang ke rumah.

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kaltim saat menunjukan hasil tes urine dari bocah tiga tahun yang diduga dicekoki air bercampur sabu, Jumat (9/6/2023) lalu.
Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kaltim saat menunjukan hasil tes urine dari bocah tiga tahun yang diduga dicekoki air bercampur sabu, Jumat (9/6/2023) lalu. (TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA)

Saat malam hari, orangtua N merasa heran melihat balitanya. Anak tersebut biasanya tidur pukul 7 malam. Namun waktu itu, ia masih bangun pukul 10 malam bahkan hingga Subuh.

"Anak ini malah berbicara sendiri ngoceh sendiri, munguti-mungutin sampah di ambal (karpet anyaman), merobekin tisu, tidak mau minum, tidak mau makan," lanjut Rina.

Akhirnya, Rabu (7/6/2023) pukul 04.58 Wita, sang ibu bertanya ke tetangganya air apa yang diberikan ke anaknya.

Tetangga menjawab bahwa itu air yang dibawa dari warung. Namun, komunikasi mereka terputus karena tidak ada jawaban lagi.

Ibu N kemudian curhat melalui akun Facebook miliknya terkait kondisi anaknya. Selanjutnya TRC PPA Kaltim melihat unggahan tersebut dan menemui orangtua balita N.

Rabu sore (7/6/2023), Rina dan TRC PPA menemui orangtua N untuk menanyakan kondisi anaknya.
Ibu N menyebutkan anaknya mengeluarkan banyak keringat, selain itu keringat di kepala menimbulkan bau.

Balita N juga terus-menerus mengoceh, tidak mau tidur, makan dan minum, serta lebih akitif daripada sebelum meminum air dari tetangganya.

"Si ibu malah mengatakan anak itu kemungkinan kesurupan," ujar Rina.

Rina kemudian berkoordinasi dengan anggota lain yang pernah menangani kasus serupa. Balita N kemudian diarahkan untuk diperiksa urine.

Baca: Terungkap Detik-detik Terakhir Tewasnya Kasat Narkoba Polres Jaktim, Ada 6 Panggilan Telepon

Baca: 5 Fakta DJ Chantal Dewi Diciduk karena Kasus Narkoba: Pakai Sabu Sejak 2009-Terancam 4 Tahun Penjara

Malam harinya, N dibawa ke Rumah Sakit Atma Husada Mahakam, Samarinda, Kaltim untuk menjalani pemeriksaan.

"Setengah jam menunggu, hasilnya (urine) positif mengandung metamfetamina yang ada pada unsur sabu," ungkap Rina.

Setelah berkonsultasi dengan pihak dokter, TRC PPA membawa N ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda untuk menjalani opname.





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved