"Bukan seperti itu (asmara). Pelaku ini menggaet wanita dengan cara membodohi."
"Dia tidak menjalin asmara dengan korban. Tapi ingin menguasai hartanya," terang Mirzal menyimpulkan, dikutip dari Kanal YouTube Humas Polrestabes Surabaya.
Baca: Viral Bocah 18 Tahun Paksa Pacarnya Berhubungan Badan & Ancam Sebar Video Asusila
Baca: Kronologi Oknum Guru Ngaji di Bandung yang Lecehkan 12 Santrinya Hingga Hamil, Ia Mengaku Khilaf
Ayah Angeline Nathania, Bambang Sumarjo juga memberikan keterangannya.
Ia juga membantah, pelaku merupakan kekasih korban.
"Saya sekadar mengingatkan, kabar (tidak benar) yang beredar selama ini, simpang siur mengenai hubungan mereka ini, dikira ke arah asmara," kata Bambang, dikutip Surya.co.id.
Baca: Buntut Pelecehan di Twitter yang dialami Selvi Ananda, Kini Kasus Telah Ditangani Polisi
Bambang menyakini, pelaku mendekati korban hanya untuk mengincar hartanya.
Bahkan, aksi tersebut sudah direncanakan pelaku jauh-jauh hari sebelum kejadian pembunuhan.
"Saya ingat sebelum kejadian ini, dua minggu sebelumnya STNK di dalam mobil itu hilang. Jadi waktu anak saya tanya, Pa, STNK di mana? padahal saya enggak ngambil," tambahnya.
Informasi tambahan, pelaku dan korban sudah saling kenal selama 5 tahun.
Roy sendiri juga diketahui sudah berkeluarga.
Korban sempat dilaporkan hilang
Baca: Diburu Polresta Solo, Siapa Sosok yang Berani Lecehkan Selvi Ananda Istri Gibran? PSI Mengungkapnya
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Angeline Nathania sempat dilaporkan hilang sejak awal bulan Mei 2023 lalu.
Terakhir korban pamit ke keluarganya ingin ikut ujian di kampus.
Namun semenjak itu, Angeline Nathania tidak diketahui keberadaannya.
Keluarga yang khawatir melapor ke polisi hingga mendapatkan informasi korban terakhir terlihat bersama guru les musiknya.
Baca: PKS Kota Solo Silaturahmi dengan Komunitas Disabilitas
Keduanya terlihat berada di sebuah apartemen wilayah Surabaya Timur.
Keluarga korban kemudian menemui pelaku untuk bertanya keberadaan korban.
Pelaku saat itu mengaku tidak tahu keberadaan korban.
Selang sekira satu bulan kemudian, polisi mengamankan pelaku untuk dimintai keterangan.
"Pada tanggal 7 Juli 2023, telah diamankan seorang laki-laki berumur 41 berinisial RBA. Pengakuan RBA mengakui orang terakhir bersama korban pada tanggal 3 Mei 2023."