Buntut Proposal Damai Rusia-Ukraina Prabowo Subianto Dipanggil Jokowi, Berikut Klarifikasi Gerindra

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan Prabowo hanya diundang untuk membahas proposal perdamaian perang Rusia-Ukraina


zoom-inlihat foto
Buntut-Proposal-6666.jpg
istimewa
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Duta Besar Rusia Lyudmila Georgievna Vorobieva di ruang kerjanya di Kemhan, Jakarta. Dalam kesempatan itu Prabowo sempat memberikan masukan kepada Rusia untuk terciptanya perdamaian dengan Ukraina.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Jokowi akan memanggil Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto terkait proposal perdamaian perang Rusia-Ukraina.

Pihak Partai Gerinda pun mengklarifikasi terkait rencana pemanggilan tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan Prabowo bukan dipanggil Presiden Jokowi.

Akan tetapi, dia hanya diundang untuk membahas proposal perdamaian perang Rusia-Ukraina.

"Bukan panggilan, undangan, jadi panggilan kaya panggilan KPK, bukan. Undangan. Teman-teman jangan salah ya, nggak ada yang ngomong panggilan. Tapi memang koordinasikan wajar Presiden dengan menterinya dan apa yang disampaikan Pak Prabowo itu kan bagus sekali ya," kata Habiburokhman saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (7/6/2023).

Baca: Beda dengan Prabowo, Elektabilitas Anies Terus Merosot, Demokrat Desak Cawapres Segera Diumumkan

Baca: Elektabilitas Prabowo Naik, Pengamat Ungkap Penyebabnya, Salah Satunya Campur Tangan Jokowi

Ia menuturkan seharusnya proposal perdamaian perang Rusia-Ukraina buatan Prabowo harus disambut positif.

Sebab, Eks Danjen Kopassus itu menjadi pelopor perdamaian kedua negara tersebut.

"Beliau mempelopori bagaimana ada tawaran solusi yang konkret karena kan beliau mewakili kegelisahan pemimpin-pemimpin hampir di seluruh dunia," jelasnya.

"Sebenarnya yang gelisah itu bukan yang terkait di deket Ukraina sama Rusia saja, teman-teman bayangkan ini kalau perang terus meluas melibatkan negara negara besar seperti ini, ya ini bahaya sekali bagi kita semua bisa berdampak," sambungnya.

Lebih lanjut, Habiburokhman mengklaim proposal perdamaian perang Rusia-Ukraina itu telah melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.

"Pasti koordinasi, jangan teknis. Kalau teknis tanya komisi I ya, tapi tentu dalam kapasitas pak Prabowo sebagai Menhan memiliki kualifikasi untuk melakukan yang namanya diplomasi pertahanan ya," pungkasnya.

Baca: Senggol Perang Rusia dan Ukraina, Prabowo Sebut Tentara Indonesia Bisa Habis dalam Empat Tahun

Baca: Jokowi Masih Upayakan Terwujudnya Duet Ganjar dengan Prabowo di Pilpres 2024, Ini Alasannya

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan belum membahas soal usulan proposal perdamaian perang Rusia-Ukraina bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Pasalnya kata Jokowi, ia belum bertemu dengan Prabowo.

"Belum, belum ketemu," kata Jokowi sebelum bertolak ke Singapura di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, (7/5/2023).

Proposal perdamaian tersebut disampaikan Prabowo pada KTT pertahanan Shangri-La Dialog di Singapura beberapa waktu lalu.

Jokowi mengatakan akan bertemu Prabowo secepatnya.

"Secepatnya, tapi belum," katanya.

Jokowi Sebut Proposal Bukan Buatan Dirinya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa proposal perdamaian perang di Ukraina yang diusulkan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto bukan berasal dari dirinya.

Proposal perdamaian Rusia-Ukraina yang disampaikan pada KTT pertahanan Shangri-La Dialog di Singapura tersebut kata Jokowi, berasal dari Prabowo sendiri.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved