TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kebocoran dokumen rahasia milik Amerika Serikat (AS) diduga bersumber dari sebuah chatroom atau ruang percakapan di platform media sosial yang kerap digunakan para pemain gim.
Platform tersebut adalah Discord. Awalnya di sana terjadi diskusi mengenai sejumlah topik. Namun, diskusi itu kemudian membahas perang di Ukraina dan terjadilah perdebatan.
Menurut salah satu anggota diskusi, ada seorang anggota lain yang membagikan dokumen yang diduga merupakan dokumen rahasia.
Dokumen itu kemudian beredar di media sosial dan kemudian diberitakan oleh media. Kebocoran dokumen itu membuat khawatir para pejabat AS. Penyelidikan pun dilakukan.
Di dalam dokumen itu terdapat rincian bantuan dari AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk Ukraina. Di samping itu, dokumen tersebut juga memberikan petunjuk mengenai upaya pemberian bantuan kepada Ukraina.
Skala atau besarnya kebocoran belum diketahui. Selain itu, belum diketahui apakah ada pemerintah asing yang membagikan atau membagikan dokumen itu.
Baca: Kasus Kebocoran Dokumen Rahasia, AS Diduga Memata-matai Korsel
Chris Meagher, juru bicara Kementerian Pertahanan AS, mengatakan dokumen tersebut sepertinya telah direkayasa.
Kebocoran itu menegaskan kembali kesulitan yang dihadapi AS dan negara lain dalam mengamankan informasi rahasia.
Pakar sudah lama memperingatkan adanya kelemahan dalam operasi kontraintelijen yang dilakukan AS. Selain itu, pakar juga mengingatkan susahnya memantau 3 juta orang di AS yang memiliki izin keamanan serta adanya badan atau lembaga yang yang menghasilkan begitu banyak informasi rahasia yang tidak bisa dikontrol dengan baik oleh negara.
Baca: AS Selidiki Asal-usul Bocornya Dokumen Intelijen yang Sangat Rahasia
"Saya pikir badan-badan intelijen sudah mengatur dan makin baik dalam mencegah segala jenis kebocoran elektronik secara massal," kata Kellen Dwyer, mantan jaksa di Kementerian Kehakiman AS, dikutip dari Associated Press.
"Namun, mereka belum cukup baik."
Seorang yang mengaku menjadi anggota grup percakapan di atas sempat diwawancarai oleh Associated Press. Orang itu berumur 18 tahun dan hanya bersedia diwawancarai secara anonim demi keamanannya.
Informasi yang disampaikan orang itu tidak bisa dikonfirmasi secara independen. Selain itu, grup tersebut juga sudah dihapus.
Associated Press sempat meninjau foto dokumen yang muncul di grup itu. Di dalamnya juga terdapat analisis rahasia mengenai penguatan hubungan intelijen antara Rusia dan lembaga-lembaga di Uni Emirat Arab (UEA). Namun, Juru bicara UEA membantah kebenaran informasi dalam dokumen itu.
Baca: Pembelot Rusia Ungkap Putin Idap Paranoid & Punya Kereta Api Rahasia
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Amerika Serikat di sini.