TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nama Shane Lukas saat ini ikut menjadi perhatian masyarakat Indonesia.
Hal ini lantaran Shane Lukas merupakan teman Mario Dandy Satriyo yang ikut terlibat dalam kasus penganiayaan David, anak petinggi GP Ansor.
Shane Lukas kini juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap David.
Tampangnya ikut dipamerkan di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (24/2/2023) dalam jumpa pers.
Shane Lukas memakai baju oranye keluar dari lift lantai satu Polres Metro Jakarta Selatan sekitar pukul 16.20 WIB.
Terlihat tangannya diborgol.
Baca: Rafael Alun Trisambodo
Baca: Mario Dandy, Anak Pejabat Pajak, Naik Rubicon Berpelat Palsu & Mati Pajaknya saat Menganiaya David
Ia digiring oleh sejumlah penyidik Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan ke ruang konseling piket Reskrim.
Shane Lukas ini terlihat mengobrol dengan seseorang di ruang konseling dan masih sempat tertawa.
Namun Shane Lukas baru digiring keluar ruang konseling dan Diperlihtakan di depan jumpa pers kira-kira pukul 18.20 WIB.
Bagai bermuka dua, Shane Lukas menundukkan kepala, bahkan sempat terlihat menitikkan air mata saat di depan media dengan sorotan kamera.
Shane Lukas yang berusia 19 tahun ini berperan merekam aksi penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy terhadap David.
Shane juga merekam aksi penganiayaan itu menggunakan handphone (HP) Mario.
Sementara Mario menginjak, memukul, dan menendang kepala, serta menendang perut korban.
Diketahui sebelumnya Shane Lukas memprovokasi Mario Dandy untuk memberikan 'pelajaran' ke David.
Hal ini disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam, Jumat (24/2/2023).
“Semula, MDS (Mario) menghubungi Shane untuk menceritakan soal perlakuan tidak pantas yang dilakukan korban kepada A (pacar Mario),” terang Ade, dikutip dari Kompas.
Merespons cerita Mario, Shane kemudian menjawab, 'Gua kalau jadi lu, pukulin saja. Itu parah Den’.
"Percikan api" yang disambar oleh Shane pada akhirnya membulatkan tekad mereka untuk menemui D dan menganiayanya pada 20 Februari 2023.
"Kronologinya adalah di awal atau sekitar bulan Januari 2023, tersangka MDS mendapatkan informasi dari temannya yaitu saudari APA yang menyatakan bahwa saksi AG sekitar tanggal 17 Januari 2023 itu mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari korban," kata Ade Ary .
Setelahnya, Mario mengonfirmasi informasi yang diterima dari APA kepada kekasihnya, AG.