Qatar 2022, Suporter Inggris Dilarang Berpakaian seperti Tentara Salib

Suporter Inggris dilarang masuk ke stadion Piala Dunia 2022 di Qatar jika mengenakan kostum tentara salib.


zoom-inlihat foto
suporter-tentara-salib.jpg
MICHAEL URBAN / AFP
Seorang suporter timnas Inggris berpakaian seperti tentara salib saat menonton pertandingan Piala Dunia 2006 antara England vs. Portugal, (1/7/2006), di Stadion Gelsenkirchen.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Para suporter timnas England atau Inggris dilarang masuk ke stadion Piala Dunia 2022 di Qatar jika berpakaian seperti tentara salib.

Menurut FIFA, kostum tentara salib adalah hal yang sensitif di Qatar dan negara-negara muslim lainnya.

Banyak suporter England yang terbiasa mengenakan kostum tentara salib ketika menonton pertandingan sepak bola. Namun, kostum itu mendapat sorotan ketika dikenakan para suporter saat pertandingan Inggris vs. England beberapa hari lalu.

Kostum itu dikritik di media sosial dan membuat FIFA mengambil tindakan keras. Kostum itu terdiri atas helm plastik, baju zirah palsu, dan senjata mainan dari plastik..

"Kostum itu dalam konteks Arab atau Timur Tengah bisa dianggap sebagai tindakan yang menyinggung. Jadi, itulah penyebab kostum tersebut dilarang di stadion," kata juru bicara FIFA dikutip dari Reuters, (26/11/2022).

Bagi banyak orang Arab, istilah tentara salib dikaitkan dengan Perang Salib dan sejarah invasi orang-orang Kristen yang ingin merebut Yerusalem.

Baca: Larangan Ban Lengan Pelangi saat Piala Dunia, Jerman Tempuh Jalur Hukum

"Pelarangan ini untuk menciptakan lingkungan tanpa diskriminasi, untuk mendukung keberagaman di seluruh organisasi, dan di dalam semua aktvitas dan acara," kata pihak FIFA kepada CNN International.

Permasalahan seputar kebudayaan dan HAM juga menjadi fokus dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar. Selain persoalan kostum tadi, simbol-simbol LGBT turut dipermasalahkan.

Baca: Keliru Disangka Simbol LGBT, Bendera Negara Bagian Brasil Diinjak Polisi Qatar

Sebagai contoh, beberapa suporter Wales sempat diminta melepas topi berwarna pelangi yang menjadi simbol dukungan untuk kaum LGBT.

Timnas yang bertanding pada gelaran sepak bola akbar ini juga terpaksa tidak mengenakan ban lengan pelangi. Kapten tim England, Wales, Belgia, Belanda, Swiss, Jerman, dan Denmark pekan ini memilih membatalkan penggunaan ban lengan itu setelah mendapat tekanan dari FIFA.

FIFA mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada klub yang bertanding, termasuk mengeluarkan kartu kuning kepada para pemain jika mereka tidak mematuhi kebijakan pelarangan itu.

Federasi sepak bola Jerman (DFB) kemudian memutuskan menempuh jalur hukum sehubungan dengan pelarangan ban lengan itu.

Baca: Qatar 2022, Presiden FIFA: Harusnya Eropa Minta Maaf selama 3.000 Tahun

Sementara itu, seorang jurnalis olahraga asal AS bernama Grant Wahl mengaku sempat ditahan oleh staf keamanan ketika akan menonton pertandingan sepak bola AS vs. Wales lantaran mengenakan kaus pelangi.

Whal mengatakan ponselnya juga dirusak oleh staf keamanan ketika dia ingin berkicau di Twitter untuk melaporkan insiden itu.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Piala Dunia 2022 di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved