Keliru Disangka Simbol LGBT, Bendera Negara Bagian Brasil Diinjak Polisi Qatar

Polisi Qatar di luar stadion Piala Dunia 2022 menginjak-injak bendera negara bagian Brasil karena salah mengiranya sebagai bendera LGBT.


zoom-inlihat foto
Brasil-Pernambuco.jpg
LEO MALAFAIA / FOLHA DE PERNAMBUCO / AFP
Bendera negara bagian Brasil, Pernambuco.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang jurnalis bernama Victor Pereira mengatakan polisi Qatar di luar stadion menginjak-injak bendera negara bagian Brasil karena salah mengiranya sebagai bendera LGBT.

Bendera itu menampilkan warna-warna pelangi, seperti merah, kuning, dan merah, serta gambar salib dan bintang.

Peristiwa itu terjadi di luar Stadion Lusail setelah pertandingan antara Arab Saudi dan Argentina yang berakhir dengan skor 2-1.

Kata Pereira, seorang berpakaian putih mengambil paksa bendera negara bagian Pernambuco itu dan melemparnya.

"Pria yang mengenakan baju putih merampas bendera itu, melemparnya ke lantai dan mulai menginjaknya. Saya mengambil ponsel saya untuk merekam video, tetapi dia merampasnya dari tangan saya dan berkata bahwa dia hanya akan mengembalikannya jika saya menghapus video itu," kata Pereira menjelaskan, dikutip dari News Sky, (24/11/2022).

"Kemudian seorang perwira polisi datang dan mencoba mengintervensi. Dia mengambil ponsel saya dari pria itu dan meminta saya menghapus video tersebut."

Baca: Larangan Ban Lengan Pelangi saat Piala Dunia, Jerman Tempuh Jalur Hukum

Pereira mengaku mematuhi perintah itu dan ponselnya bisa kembali. Dia menceritakan peristiwa ini melalui akun Twitter miliknya.

Pihak Supreme Committee for Delivery and Legacy yang menyelenggarakan Piala Dunia di Qatar belum buka suara mengenai kejadian itu.

Baca: Qatar 2022, Presiden FIFA: Harusnya Eropa Minta Maaf selama 3.000 Tahun

Sementara itu, gubernur negara bagian Pernambuco, Paulo Camara, sudah mengomentarinya.

"Solidaritas kita untuk jurnalis Pernambuco, Victor Pereira. Victor sedang meliput Piala Dunia di Qatar dan bendera Pernambuco yang dibawanya disita oleh pihak berwenang di negara itu," ujar Camara melalui Twitter.

Peristiwa yang mirip juga pernah terjadi pada seorang jurnalis Amerika Serikat yang berusaha masuk ke stadion tempat digelarnya Piala Dunia. Dia sempat ditahan karena mengenakan kaus berwarna pelangi sebagai bentuk dukungan untuk kaum LGBT. Dia mengaku ponselnya disita.

Beberapa pendukung timnas Wales pada hari Senin juga mengklaim topi pelangi mereka disita. Peristiwa ini membuat Inggris memantau ketat perlakukan terhadap suporter asal Inggris di Qatar.

Sejumlah orang mengaku diberi tahu bahwa pelangi adalah "simbol terlarang". Padahal, FIFA telah berkata bahwa bendera dan baju berwarna diizinkan digunakan di dalam stadion.

Hingga saat ini LGBT masih menjadi hal terlarang di Qatar. Namun, pihak penyelenggara di Qatar berkata bahwa "semua orang disambut baik" pada pergelaraan sepak bola akbar itu.

Baca: Piala Dunia 2022, Wartawan AS Mengaku Ditahan karena Pakai Kaus Pelangi

(Tribunnewswiki)

Baca berita tentang Piala Dunia 2022 di sini.

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved