Larangan Ban Lengan Pelangi saat Piala Dunia, Jerman Tempuh Jalur Hukum

DFB akan menempuh jalur hukum sehubungan dengan larangan penggunaan ban lengan OneLove bergambar pelangi saat Piala Dunia 2022.


zoom-inlihat foto
ban-lengan-berwarna-pelangi.jpg
MARCO BERTORELLO / AFP
Pesepak bola Harry Kane mengenakan ban lengan berwarna pelangi saat pertandingan antara Italia dan England di Stadion San Siro Stadium, Milan, Italia, (24/9/ 2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Federasi sepak bola Jerman (DFB) akan menempuh jalur hukum sehubungan dengan larangan penggunaan ban lengan OneLove berwarna pelangi saat Piala Dunia Qatar 2022.

DFB sendiri memutuskan untuk tidak mengizinkan para pemain yang bertanding di Qatar untuk mengenakan ban lengan itu setelah FIFA mengancam akan mengeluarkan kartu kuning kepada kapten tim.

Juru bicara DFB Stefan Simon telah mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengajukan gugatan atas keabsahan keputusan FIFA itu ke pengadilan olahraga internasional, CAS, di Lausanne.

"FIFA telah melarang kami menggunakan simbol keberagaman dan hak asasi manusia. Kata FIFA, pelarangan itu akan terkait dengan banyak hukuman dalam bentuk sanksi olahraga tanpa mengungkapkan dengan jelas apa artinya. DFB ingin mengklarifikasi apakah prosedur FIFA itu pada kenyataannya sudah sah," kata Simon dikutip dari The Guardian.

Simon berujar DFB berharap bisa membatalkan larangan itu saat pertandingan Jerman melawan Spanyol pada hari Minggu. DFB ingin agar kapten tim Jerman, Manuel Neuer, punya hak untuk mengenakan simbol OneLove tanpa harus kena hukuman.

Baca: Piala Dunia 2022, Wartawan AS Mengaku Ditahan karena Pakai Kaus Pelangi

Keputusan DFB itu dibuat setelah FIFA mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada klub yang bertanding, termasuk mengeluarkan kartu kuning kepada para pemain jika mereka tidak mematuhi kebijakan pelarangan itu.

Akibat ancaman itu, Jerman, England, Belanda, Belgia, Swiss, Wales, dan Denmark membatalkan rencana untuk mengizinkan para kapten tim mengenakan ban lengan tersebut.

Baca: Qatar 2022, Presiden FIFA: Harusnya Eropa Minta Maaf selama 3.000 Tahun

"Menurut pendapat saya, ini semacam pertunjukan kekuatan oleh FIFA. Kami melihat ini lebih dari sekadar membuat frustrasi dan menjadi peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Piala Dunia," kata Presiden DFB Bernd Neuendorf.

Menurut hasil survei, lebih dari setengah warga Jerman mendukung Piala Dunia 2022 di Qatar diboikut. Sebagian besar mengatakan tidak akan melihat pertandingan di televisi. Selain itu, ada kritik terhadap lembaga penyiaran yang membayar sekitar 200 juta euro demi bisa mendapatkan hak siar pertandingan.

Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser mengecam pelarangan penggunaan ban lengan itu. Menurutnya itu adalah "kesalahan besar" yang diperbuat FIFA. Selain itu, ada banyak politikus yang membatalkan rencana pergi ke Qatar.

Baca: Pemain Piala Dunia 2022 Qatar - Nikola Vlasic

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Piala Dunia 2022 di sini.

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Putin Disebut Tak Tertarik Lakukan

    Putin dinilai tak akan bersedia melakukan perdamaian untuk
  • Cho Gue-sung

    Cho Gue-sung adalah pemain sepak bola berkebangsaan Korea
  • Hwang Hee-chan

    Hwang Hee-chan adalah pemain sepak bola berkebangsaan Korea
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved