Trump Kembali Digugat oleh Penulis yang Diduga Diperkosanya

Donald Trump kembali digugat oleh seorang penulis yang menuding Trump memperkosanya puluhan tahun silam.


zoom-inlihat foto
mantan-presiden-as-donald-trump-berpidato-di-konferensi-tindakan-politik-konservatif-cpac.jpg
JOE RAEDLE / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP
Mantan Presiden AS Donald Trump berpidato pada Konferensi Tindakan Politik Konservatif (CPAC) yang diadakan di Hyatt Regency pada 28 Februari 2021 di Orlando, Florida.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali digugat oleh seorang penulis yang menuding Trump memperkosanya 27 tahun lalu.

Kali ini gugatan yang dilayangkan terkait dengan dugaan pencemaran nama baik penulis itu.

E. Jean Carroll, nama penulis itu, mengajukan gugatannya di pengadilan federal Manhattan. Dia juga menuduh Trump melakukan kekerasan saat mereka bertemu di supermarket.

Melansir pemberitaan Reuters, (25/11/2022), Carroll menggunakan undang-undang penyintas korban pelecehan seksual yang memungkinkannya menggugat terduga pelaku meski pelecehan itu terjadi puluhan tahun silam.

Di sisi lain, Trump membantah telah memperkosa Carrol atau mengenalnya saat peristiwa itu diduga terjadi. Trump juga berkata bahwa Carrol "bukan tipenya".

Bantahan pertama Trump pada bulan Juni 2019 membuat Carrol melayangkan gugatan pencemaran nama baik atau fitnah lima bulan kemudian.

Baca: Akun Twitternya Dipulihkan, Trump Dapat 25 Juta Follower dalam Semalam

Pada tanggal 12 Oktober lalu Trump kembali membantah tudingan itu melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social. Dia bahkan menyebut tudingan Carroll itu "hoaks" atau "kebohongan". Hal itu memicu Carroll melayangkan gugatan baru.

Kedua belah pihak kini menunggu hasil banding di pengadilan. Pengadilan kini membahas pendapat Trump bahwa dia kebal secara hukum dari gugatan pertama Carroll lantaran dia telah berbicara dalam kapasitasnyas sebagai presiden.

Baca: Maju Lagi Jadi Capres, Trump Ganti Slogan Kampanyenya Jadi MAGAGA

Jika pengadilan sepakat dengan pendapat Trump, gugatan pertama Carroll akan berakhir dengan kegagalan.

Kendati demikian, hal itu tidak berlaku untuk gugatan kedua karena Trump sudah tidak menjadi presiden sejak meninggalkan Gedung Putih bulan Januari 2021.

Carroll yang kini berusia 78 tahun berusaha mendapatkan ganti rugi. Demi menguatkan klaimnya, dia menyebut Trump membuatnya mengalami masalah psikis yang panjang. Selain itu, Trump juga dianggap membuatnya tak bisa mempertahankan hubungan percintaan.

Sidang gugatan pertama direncanakan digelar tanggal 6 Februari 2023. Namun, sidang itu kemungkinan akan diundur karena proses banding.

Baca: Geram, Trump Sebut Biden Pantas Dihukum dengan Kursi Listrik

Pada hari Selasa, (23/11/2022), pengacara Carroll, Roberta Kaplan, meminta sidang digelar tanggal 10 April dan membahas kedua gugatan itu.

Di pihak lain, pengacara Trump, Alina Habba, menginginkan sidang digelar tanggal 8 Mei, tetapi hanya untuk gugatan pertama.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Donald Trump di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved