Geram, Trump Sebut Biden Pantas Dihukum dengan Kursi Listrik

Donald Trump menilai Joe Biden layak mendapatkan hukuman dengan kursi listrik.


zoom-inlihat foto
mantan-presiden-as-donald-trump-berpidato-di-konferensi-tindakan-politik-konservatif.jpg
JOE RAEDLE / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP
Mantan Presiden AS Donald Trump berpidato pada Konferensi Tindakan Politik Konservatif (CPAC) yang diadakan di Hyatt Regency pada 28 Februari 2021 di Orlando, Florida.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Donald Trump menilai Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pantas mendapatkan hukuman dengan kursi listrik.

Ini terkait dengan kasus dugaan korupsi yang kini dihadapi Biden dan putranya, Hunter Biden.

Kata Trump, dia pasti akan dihukum dengan kursi listrik apabila menghadapi kasus yang sama.

"Perburuan penyihir berlanjut, dan setelah 6 tahun dan jutaan halaman dokumen, mereka tak mendapat apa pun. Jika saya memiliki apa yang pemburu dan Joe miliki, hukumannya pasti kursi listrik. Negara kita dicurangi, ditipu, dan jahat. Kita harus mengembalikannya, dan CEPAT. Pemberhentian berikutnya adalah komunisme!" kata Trump pada hari Minggu, (30/10/2022), Truth Social, platform media sosial miliknya, melalui Newsweek.

Trump sendiri terus diselidiki karena tersandung dalam berbagai kasus, termasuk tindakannya saat Pilpres 2020, dugaan penyimpanan dokumen rahasia di rumah pribadinya, dan penyelidikan atas bisnisnya.

Baca: Kasus Mar-a-Lago, Trump Dituding Jadi Teroris Dokumen Rahasia

Politikus kontroversial itu tetap tegas mengatakan bahwa dia tidak bersalah. Dia bahkan mengecam kasus itu dipicu oleh motif politik yang dia sebut sebagai "perburuan penyihir". Trump juga berulang kali menuding keluarga Biden korup.

Raksasa bisnis milik Trump, yakni The Trump Organization, saat ini juga menghadapi kasus dugaan pengggelapan pajak yang dilakukan dari tahun 2005 hingga 2021.

Baca: Salahkan Biden, Trump Sebut AS Hampir Paksa Putin Serbu Ukraina

Kejasaan Distrik Manhattan mendakwa Trump Organization telah melakukan penipuan pajak, konspirasi, dan pemalsuan catatan bisnis. Perusahaan itu mengaku tidak bersalah. Adapun Trump tidak mendapat dakwaan personal.

Dalam unggahan lainnya di Truth Social, Trump mengatakan sidang itu dimulai beberapa pekan sebelum pemilu legislatif bulan November. Pemilu itu sangat penting lantaran akan menentukan paruh kedua masa jabatan Biden.

"Belum pernah ada kasus (pidana) seperti itu sebelumnya di Amerika Serikat, borgol untuk Eksekutif, dan semuanya. James 'Peekaboo' Demokrat juga terjadi tepat sebelum pemilu, TIDAK TIDAK, memalukan," kata Trump.

Trump merujuk kepada gugatan sipil dari Jaksa Umum New York, Letitia James, yang mencari ganti rugi $250 juta. Dalam gugatan itu, keluarga Trump dituding memerkaya diri melalui sejumlah penipuan.

Baca: Rumahnya Digerebek FBI, Trump Dapat Iklan Gratis Senilai Rp76 Triliun

Politikus Partai Republik itu juga sudah berulang kali menuding adanya korupsi yang dilakukan oleh Biden melalui bisnis yang dijalankan putranya, Hunter.

Pada tahun 2018 lalu Hunter diselidiki atas dugaan pencucian uang serta pelanggaran aturan pajak.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Donald Trump di sini.

 

 

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved