Piala Dunia 2022, Wartawan AS Mengaku Ditahan karena Pakai Kaus Pelangi

Wartawan bernama Grant Wahl mengaku ditahan oleh staf keamanan ketika akan menonton pertandingan sepak bola AS vs. Wales.


zoom-inlihat foto
Grant-Wahl.jpg
Twitter/GrantWahl
Grant Wahl, wartawan asal Amerika Serikat yang meliput pertandingan Piala Dunia 2022 di Qatar.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang wartawan olahraga asal Amerika Serikat (AS) bernama Grant Wahl mengaku ditahan oleh staf keamanan ketika akan menonton pertandingan sepak bola AS vs. Wales pada Piala Dunia Qatar 2022.

Dia ditahan lantaran mengenakan kaus berwarna pelangi. Kaus itu dikenakannya sebagai bentuk solidaritas untuk kaum LGBTQ. Adapun di Iran sendiri LGBTQ adalah sesuatu yang dilarang.

Menurut Wahl, staf keamanan itu berkata kepadanya bawah kaus tersebut tidak dilarang dikenakan. Selain itu, Whal mengatakan ponselnya dirusak oleh staf keamanan ketika dia ingin berkicau di Twitter untuk melaporkan insiden itu.

Dia mengaku ditahan selama 25 menit dan diminta menanggalkan kausnya. Kaus itu dianggap bernada "politis" oleh pihak kemanan. Whal juga ditanya apakah dia berasal dari Inggris.

Whal yang menjadi wartawan Sport Illustrated sempat bercerita kepada seorang wartawan New York Times (NYT) tentang peristiwa itu. Kata Whal, wartawan NYT itu juga sempat ditahan sebelum diizinkan pergi.

Baca: Aksi Protes, Tim Sepak Bola Iran Bungkam saat Lagu Kebangsaan Berkumandang

"Kemudian pemimpin staf keamanan mendekati saya," kata Wahl di Substack, dikutip dari The Guardian.

"Dia berkata mereka mengizinkan saya masuk dan meminta maaf. Kami berjabat tangan. Salah satu staf berkata kepada saya bahwa mereka hanya berupaya melindungi saya dari para fans di dalam yang bisa menyerang saya karena mengenakan kaus itu. Seorang perwakilan FIFA juga meminta maaf kepada saya," kata dia menjelaskan.

Kata Wahl, dia kemudian diizinkan mengenakan kaus pelangi itu di stadion.

Baca: Qatar 2022, Presiden FIFA: Harusnya Eropa Minta Maaf selama 3.000 Tahun

Sementara itu, seorang kelompok pendukung LGBT asal Wales mengatakan beberapa anggotanya dilarang mengenakan topi pelangi saat pertandingan itu.

FIFA telah berkata bahwa setiap orang bisa menonton Piala Dunia tahun ini. Namun, aktivis LGBT pada hari Senin lalu mengkritik FIFA lantaran FIFA mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada pemain yang mengenakan ban lengan OneLove saat pertandingan.

England, Wales, dan lima negara Eropa lainnya telah mengonfirmasi bahwa para pemain mereka tidak akan mengenakan ban lengan itu. Kata FIFA, kapten tim bisa dipaksa keluar stadion jika para pemain mengenakannya.

Salah satu yang mengkritik adalah Stonewall yang menjadi kelompok pendukung LGBT.

"Dengan mengancam akan menjatuhkan sanksi dan menghentikan penggunaan ban lengan #OneLove oleh para pemain, FIFA menyembunyikan pelanggaran HAM."

Baca: Pemain Piala Dunia 2022 Qatar - Nikola Vlasic

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Piala Dunia 2022 di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved