Rudal di Polandia, Dubes Rusia: Ukraina Ingin Seret NATO ke dalam Perang

Duta Rusia untuk AS menuding Ukraina berupaya membuat NATO terlibat langsung dalam perang.


zoom-inlihat foto
Anatoly-Antonov.jpg
MARK WILSON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP
Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat, Anatoly Antonov, berbicara tentang hubungan AS-Rusia saat rapat di Henry L. Stimson Center, Washington, (4/3/2013).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS), Anatoly Antonov, menuding Ukraina ingin menyeret NATO ke dalam perang.

Pernyataan itu keluar setelah ada rudal menghantam wilayah Polandia yang menjadi salah satu negara NATO. Rudal itu diduga milik sistem pertahanan Ukraina yang berusaha menangkis serangan rudal Rusia.

Sejumlah pejabat mengkhawatirkan insiden ini bisa membuat perang di Ukraina melebar ke negara-negara NATO.

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Polandia Andrzej Duda mengatakan rudal itu kemungkinan memang berasal dari Ukraina. Kendati demikian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy terus menyangkal bahwa rudal itu berasal dari Ukraina.

Dikutip dari Newsweek, Antonov menyebut insiden rudal itu terus memunculkan respons besar dari AS.

"Para pejabat, media, dan LSM di AS terus mengeluarkan pernyataan, 'Rusia disalahkan atas segalanya,'" kata Antonov kepada Newsweek.

"Pihak Amerika menggunakan cara seperti itu dalam setiap situasi sulit. Bahkan, ketika AS mengakui secara terang-terangan bahwa Kiev bertanggung jawab atas kematian warga Polandia."

Baca: Biden & Zelenskiy Berselisih Perihal Asal-usul Rudal yang Hantam Polandia

Rudal yang menghantam Desa Przewodow di Polandia, dekat perbatasan Ukraina, itu dilaporkan menewaskan dua warga Polandia.

Antonov mengecam tindakan "tak masuk akal untuk memindahkan tanggung jawab" ke negaranya.

"Pihak berwenang di Ukraian tak hanya meminta Washington untuk memberikan lebih banyak bantuan militer, tetapi juga berupaya menyulut bentrokan militer langsung antara Federasi Rusia dan NATO."

Perang di Ukraina sudah berlangsung selama 9 bulan. Rusia telah mengumumukan aneksasi terhadap empat wilayah di Ukraina bulan September lalu. Namun, aneksasi ini tidak diakui oleh dunia.

Baca: KTT G20, Zelenskiy Sebut Sekarang Waktunya Paksa Rusia Berdamai

Di sisi lain, serangan pasukan Ukraina makin gencar. Mereka juga berhasil merebut Kherson pekan lalu. Akan tetapi, Ukraina masih terus dihujani oleh serangan rudal dan pesawat tanpa awak dari Rusia.

Kedua belah pihak menuding lawannya menolak perundingan dengan syarat-syarat yang bisa disepakai keduanya.

Dalam menghadapi pasukan Rusia, Ukraina mendapat bantuan ekonomi dan militer dari NATO. AS sendiri telah menggelontorkan bantuan senilaj $54 miliar sejak invasi dimulai bulan Februari lalu.

Adapun mengenai insiden rudal di Polandia, beberapa pejabat Barat, misalnya Perdana Menteri Latvia, Artis Pabriks, sempat menyerukan Pasal 4 NATO. Melalui pasal itu, negara-negara NATO bisa berdiskusi tentang keamanan dan memungkinkan penambanan bantuan untuk Ukraina.

Ada juga Pasal 5 yang berisi tentang pertahanan bersama. Menurut pasal ini, serangan terhadap satu negara NATO dianggap sebagai serang terhadap semua anggota.

Baca: Kasus Rudal di Polandia, Zelenskiy Dituding Ingin Memulai Perang Dunia Ke-3

Namun, seruan pemberlakuan hal yang tercantum pada kedua pasal itu telah berkurang lantaran rudal itu diduga adalah rudal Ukraina. Kendati demikian, NATO terus menuding Rusia memprovokasi insiden seperti itu melalui kampanye militer.

Antonov sendiri membantahnya dan menganggap tudingan tersebut tak berdasar.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Ukraina di sini.

 





Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Prof. Dr. Mohammad Gudono

    Prof. Dr. Mohammad Gudono, M.B.A., Akt., Ph.D. adalah
  • Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu

    Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi adalah perwira
  • Han Seung Yeon

    Hang Seung Yeon adalah penyanyi, aktris, dan anggota
  • Pantai Mangsang

    Pantai Mangsang adalah obyek wisata sepanjang 1,4 km
  • Abdul Latif Amin Imron

    Abdul Latif Amin Imron adalah Bupati Bangkalan periode
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved