Kasus Rudal di Polandia, Zelenskiy Dituding Ingin Memulai Perang Dunia Ke-3

Beberapa warganet menuding Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dituding ingin memulai perang dunia ketiga.


zoom-inlihat foto
Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelenskiy-diwawancarai.jpg
STR / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy diwawancarai oleh wartawan ketika berkunjung ke Pelabuhan Chornomorsk di Laut Hitam. (29/7/2022)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sejumlah warganet menuding Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy ingin memulai perang dunia ketiga setelah munculnya insiden serangan rudal di Polandia.

Salah satu dari mereka adalah Benny Johnson, kolumnis politik asal Amerika Serikat (AS),

"Kemarin UKRAINA ingin memulai perang dunia ketiga ketika rudal Ukraina menghantam negara anggota NATO dan menewaskan warga sipil tak berdosa. Pemimpin Ukraina berbohong dan menyalahkan Rusia. AP menulisnya dengan tegas," kata Benny melalui Twitter, dikutip dari Newsweek, (17/11/2022).

"Para pemimpin Ukraina berbohong demi mengupayakan dan memulai perang dunia ketiga secara penuh. Ini adalah fakta."

Sebelumnya, Zelenskiy mengatakan insiden rudal itu "benar-benar meningkatkan ketegangan" di tengah perang antara Rusia dan Ukraina.

Rudal tersebut meledak di daerah Przewodow yang berada dekat dengan perbatasan Ukraina. Ada dua korban jiwa dalam insiden itu.

Baca: NATO Gelar Rapat Darurat untuk Bahas Insiden Rudal di Polandia

Menurut Zelenskiy, serangan rudal itu dilakukan oleh Rusia. "Ini adalah serangan rudal Rusia terhadap keamanan bersama! Ini benar-benar eskalasi besar. Tindakan harus diambil," kata Zelenskiy melalui pesan video.

Berbeda dengan Zelenskiy, sejumlah pejabat AS, Polandia, dan NATO membantah bahwa rudal itu ditembakkan oleh Rusia. Para pejabat itu tidak percaya Rusia melancarkan serangan terhadap Polandia yang menjadi negara NATO.

"Ada informasi awal yang membantahnya. Saya tidak ingin mengatakannya sampai kami menyelidiki sepenuhnya," kata Presiden AS Joe Biden pada hari Selasa.

Biden meyakini rudal itu tidak diluncurkan oleh Rusia.

Baca: Rudal Menghantam Polandia, Joe Biden: Mungkin Bukan dari Rusia

Presiden Polandia Andrzej Duda juga mengungkapkan hal senada. "Saat ini kami tidak punya bukti bahwa rudal itu diluncurkan oleh pasukan Rusia," kata Duda dikutip dari NPR.

"Namun, ada banyak indikasi bahwa rudal itu adalah rudal yang digunakan oleh sistem pertahanan antirudal milik Ukraina," kata dia menambahkan.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut rudal itu kemungkinan adalah rudal Ukraina yang "nyasar". Kendati demikian, dia tidak ingin menyalahkan Ukraina.

"Ini bukan kesalahan Ukraina. Rusia yang memikul tanggung jawab terbesar karena melanjutkan perang melawan Ukraina.

(Dari kiri) Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memberikan konferensi pers tentang operasi militer Rusia di Ukraina, di markas NATO di Brussels pada 24 Februari 2022.
(Dari kiri) Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memberikan konferensi pers tentang operasi militer Rusia di Ukraina, di markas NATO di Brussels pada 24 Februari 2022. (JOHN THYS / AFP)

Beberapa pengguna Twitter juga mengkritik komentar yang disampaikan oleh Zelenskiy dan Ukraina saat insiden itu baru saja terjadi.

Baca: Presiden Polandia: Jika Ukraina Dikorbankan, Akan Jadi Bencana Besar bagi Barat

"Zelenskiy saat ini adalah salah satu psikopat paling berbahaya di dunia. Dia bertekad memulai perang dunia lain," kata Matt Walsh, komentator politik AS, melalui Twitter.

Blair Brandt, penasihat politik dan pengusaha AS, turut buka suara.

"Jadi, kini terbukti bahwa militer Zelenskiy, mungkin secara tidak sengaja, mengirim rudal ke Polandia dan kemudian berusaha menggunakannya sebagai alasa NATO untuk memulai perang dunia ketiga," kata Brandt.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia telah membantah bahwa militernya menembakkan rudal ke Polandia.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Polandia di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved