Jaksa Tanyakan Ada Tidaknya Pelecehan ke Susi, ART Sambo: Saya Tidak Tahu

Jaksa penuntut umum menanyakan soal ada tidaknya peleceham seksual, Susi hanya jawab tidak tahu


zoom-inlihat foto
KOMPAScomKRISTIANTO-PURNOMOddddddddddddd.jpg
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Asisten rumah tangga Ferdy Sambo, Susi dihadirkan sebagai salah satu saksi dengan terdakwa kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022). Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 10 orang saksi pada persidangan kali ini.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Susi, asisten rumah tangga Ferdy Sambo kembali dihadirkan dalam persidangan untuk terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2022)

Jaksa penuntut umum ( JPU) menanyakan soal peristiwa yang terjadi di rumah Ferdy Sambo di Magelang.

“Untuk di Magelang sendiri, ada tidak tindakan pelecehan terhadap ibu PC (Putri Candrawathi?” tanya jaksa, dikutip dari Kompas.

“Kalau tidak ya tidak, kalau tidak tahu, ya tidak tahu,” tegas jaksa.

“Kalau saya, tidak tahu. Tidak tahu,” ujar ART Ferdy Sambo itu.

“Berarti saudara tidak tahu apakah ada pelecehan atau tdak?” lanjut jaksa.

Baca: ART dan Security Sambo Kena sindir Hakim Karena Jawab Pertanyaan Cepat: Kemarin Macam Sakit Gigi

Baca: Sopir Ambulans Dilarang Hidupkan Sirine saat Masuk ke Komplek Sambo, Sebut Anggota Provos yang Minta

“Tidak tahu,” jawab Susi lagi.

Senada dengan Susi, Kuat Maruf melalui kuasa hukumnya, Irwan Irawan, juga tak tahu soal pelecehan seksual.

Kuat, kata Irwan, mencoba meminta klarifikasi kepada Brigadir J.

Irwan menambahkan, kliennya sudah mencoba dua kali untuk mengkonfirmasi soal dugaan pelecehan seksual.

Brigadir J disebut selalu meninggalkan tetempat ketika sopi Ferdy Sambo itu ingin menanyakan secara langsung.

Namun hal tersebut tak pernah pernah terjadi.

Susi, asisten rumah tangga Ferdy Sambo memberikan keterangan saat menjadi saksi sidang dengan terdakwa kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022)
Susi, asisten rumah tangga Ferdy Sambo memberikan keterangan saat menjadi saksi sidang dengan terdakwa kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022) (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

"Dua kali didatangi sama Kuat, dua kali juga dia (Yosua) meninggalkan tempat. Jadi tidak sempat ada pembicaraan terkait penjelasan apa yang sebenarnya terjadi, tidak ada," ujar Irwan.

Kuasa hukum Kuat Maruh juga mengatakan, kliennya hanya mendapatkan Putri Candrawathi di sepan kamar mandi.

"Tidak sama sekali tahu (adanya pelecehan seksual), dia tidak tahu, dia hanya mendapatkan ibu (Putri Candrawathi) di depan kamar mandi tergeletak dekat pakaian cuci," lanjutnya

Keterangan Susi ART Ferdy Sambo Disebut Banyak Bohongnya

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E menyebut keterangan Susi banyak bohongnya.

Hal itu diucapkan Eliezer saat diminta menanggapi kesaksian asisten rumah tangga (ART) Eliezer dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022).

“Mohon izin yang mulia untuk keterangan dari saudara saksi banyak yang bohongnya,” kata Eliezer, dikutip dari Kompas.com.

Baca: Hasil Olah TKP Kematian Brigadir J Dilarang Disebarluaskan, Sambo: Jangan Ngomong Kemana-mana Dulu

Baca: Jaksa Sebut Kuat Maruf Sudah Bawa Pisau Jika Brigadir J Lakukan Perlawanan saat Akan Dihabisi

Kemudian, hakim ketua Wahyu Iman Santosa meminta Bharada E menyebutkan bagian dari keterangan mana yang dinilai telah berbohong.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved