Digempur Ukraina, Pasukan Rusia Diperintahkan Mundur dari Kherson

Kemenangan pasukan Ukraina di Kherson akan dianggap menjadi pukulan besar bagi Rusia.


zoom-inlihat foto
Desa-Arkhanhelske-Kherson-y.jpg
ULENT KILIC / AFP
Seorang lansia wanita sedang berjalan di Desa Arkhanhelske, Kherson, yang sebelumnya diduduki oleh pasukan Rusia, (3/11/2022)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu memerintahkan pasukan Rusia mundur dari Kota Kherson, Ukraina, (9/11/2022).

Kherson menjadi satu-satunya ibu kota regional di Ukraina yang direbut oleh Rusia sejak awal invasi bulan Februari lalu.

Kemenangan pasukan Ukraina di kota itu akan dianggap menjadi pukulan besar bagi Rusia. Ini lantaran Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa minggu lalu telah mengumumkan anekasi Kherson dan toga daerah lainnya untuk "selamanya".

Di sisi lain, pejabat Ukraina memperingatkan pasukannya untuk tidak merayakan kemenangan terlalu dini karena situasi di medan tempur belum jelas. Selain itu, belum diketahui jumlah pasukan Rusia yang masih bertahan di Kherson dan tepi barat Sungai Dnipro.

Menurut Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, berita mundurnya pasukan Rusia menunjukkan besarnya masalah yang kini dihadapi Moskwa.

"Ini bukti bahwa mereka mendapat beberapa masalah besar, Rusia, militer Rusia," kata Biden dikutip dari The Guardian.

Baca: Balas Jasa, Rusia Disebut Kirim Uang Rp2,2 T & Alutsista Rampasan ke Iran

Perintah mundur itu muncul ketika pasukan Rusia menggencarkan serangannya di sisi barat Sungai Dnipro, termasuk di area sekitar Kota Snihurivka.

Dalam siaran televisi, Jenderal Sergei Surovikin yang menjadi panglima perang Rusia di Ukraina juga telah menyarankan penarikan pasukan dari tepi baarat Dnipro. Dia menyinggung masalah logistik.

Baca: Pebisnis Rusia & Sekutu Putin Mengaku Ikut Campur Tangan dalam Pemilu AS

"Kherson tak bisa sepenuhnya mendapat perbekalan dan berguna. Rusia telah melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk memastikan evakuasi penduduk Kherson," kata Surovikin kepada Shoigu.

"Kita akan menyelamatkan hidup tentara kita dan kemampuan tempur satuan kita. Membuat mereka tetap di tepi barat adalah hal yang sia-sia. Beberapa dari mereka bisa digunkan di front lain," kata Surovikin menjelaskan.

Surovikin mengakui bahwa pasukan Rusia di sana tidak bisa beroperasi secara efektif. Padahal, belakangan ini Rusia telah menguatkan Kherson dengan mengorbankan wilayah lain di Ukraina timur.

Keputusan penarikan mundur ini didukung oleh Yevgeny Prigozhin yang menjadi kepala kelompok Wagner, tentara bayaran Rusia.

"Tentu ini bukan langkah yang gemilang dalam perang ini, tetapi penting untuk tidak menderita, tidak menyerah kepada ketakutan, tetapi membuat kesimpulan dan upaya berdasarkan kesalahan kita," kata Prigozhin.

Baca: Inggris: Rusia Kehabisan Amunisi & Kendaraan Lapis Baja di Ukraina

"Surovkin harus menarik pasukan dan menyelamatkan seribu tentara yang pada kenyataannya dikepung di wilayah musuh, dan sepenuhnya terputus dari jalur perbekalan. Siapa yang memberi perintah untuk mengambil posisi ini dan alasannya adalah pertanyaan lain."

Pebisnis Rusia bernama Yevgeny Prigozhin (kanan) bersama dengan Perdana Menteri Vladimir Putin di Saint Petersburg, (20/9/2010).
Pebisnis Rusia bernama Yevgeny Prigozhin (kanan) bersama dengan Perdana Menteri Vladimir Putin di Saint Petersburg, (20/9/2010). (ALEXEY DRUZHININ / SPUTNIK / AFP)

Prigozhin mengakui bahwa keputusan yang diambil Surovikin tidak mudah. "Tetapi dia bersikap layaknya pria yang tidak takut untuk bertanggung jawab."

Pengumuman penarikan itu terjadi beberapa jam setelah Kirill Stremousov, wakil kepala pemerintahan Kherson yang diangkat oleh Rusia, meninggal secara mistrius.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved