Balas Jasa, Rusia Disebut Kirim Uang Rp2,2 T & Alutsista Rampasan ke Iran

Rusia dilaporkan mengirim uang senilai 140 juta euro dan sejumlah senjata rampasan ke Iran menggunakan pesawat.


zoom-inlihat foto
drone-Rusia-buatan-Iran.jpg
SERGEI SUPINSKY / AFP
Sebuah bangunan di Kota Bila Tserkva, Ukraina, rusak karena serangan drone Rusia buatan Iran, (5/10/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia dikabarkan diam-diam mengirim uang senilai 140 juta euro atau Rp2,2 triliun ke Iran menggunakan pesawat.

Dalam pengiriman itu, Rusia turut membawa tiga rudal antitank buatan Inggris dan satu rudal Javelin serta satu rudal Stinger buatan Amerika Serikat (AS) yang dirampas oleh Rusia.

Pengiriman tersebut diungkap oleh sumber yang yang didapatkan oleh Sky News. Sumber itu bercerita secara anonim.

Rudal-rudal itu awalnya adalah rudal yang dikirim oleh AS dan Inggris ke Ukraina. Namun, rudal tersebut jatuh ke tangan Rusia.

Menurut sumber itu, rudal tersebut bisa digunakan oleh Pasukan Garda Revolusi Iran untuk meneliti senjata Barat dan menirunya.

"Senjata itu mungkin direkayasa kembali dan kelak digunakan dalam perang," kata sumber itu dikutip dari Sky News, (9/11/2022).

Baca: Ukraina: Iran Akan Kirim Ratusan Drone ke Rusia Awal November Ini

Uang beserta senjata itu dikirim sebagai balas jasa Rusia atas pengiriman drone dari Iran. Kata sumber itu, Iran telah mengirim lebih dari 160 drone, termasuk yang berjenis Shahed-136.

Baca: Daftar 4 Drone Paling Mematikan yang Digunakan dalam Perang di Ukraina

Sumber itu menduga ada kesepakatan lagi antara Iran dan Rusia senilai 200 juta euro atau Rp3,15 triliun. Kesepakatan itu tercapai beberapa hari lalu.

"Itu artinya segera ada pengiriman drone lagi dalam jumlah besar dari Iran," kata sumber itu.

Pasukan Rusia belakangan ini sering menyerang target-target di Ukraina menggunakan drone. Target mereka adalah infrastruktrur listrik dan air minum di seluruh negara bekas Uni Soviet itu.

Serangan itu dilaporkan menewaskan warga sipil dan membuat listrik padam. Selain itu, serangan tersebut juga menyusahkan pasukan Ukraina lantaran mereka harus menggunakan rudal antipesawat yang mahal hanya untuk menangkis drone yang lebih murah.

Baca: Iran Kirim Personel ke Krimea untuk Ajari Tentara Rusia Gunakan Drone

Drone dan rudal balistik Iran

Justin Bronk, peneliti senior pada Royal United Services Institute, mengatakan drone berperan penting bagi Rusia.

"Jika Iran tidak mengirimkan [drone] Shaheds, serangan Rusia terhadap infrastruktur kelistrikan dan air minum akan jauh kurang efektif," kata Bronk.

Selain mengirim drone, Iran juga dilaporkan akan memasok rudal balistik yang lebih besar dan canggih kepada Rusia.

Duta Besar Ukraina untuk Inggris, Vady Prystaiko, mengatakan rudal itu akan menjadi "ancaman nyata" apabila benar-benar dikirimkan.

"Jika rudal balistik Iran tiba, kami akan mendapat masalah nyata," kata Prystaiko.

Iran sendiri telah membantah kebenaran rumor pengiriman rudal balistik itu. Namun, di sisi lain, Iran sudah mengaku telah mengirim drone ke Moskwa.

Baca: Ukraina: Setengah Drone Kamikaze Rusia Buatan Iran Hancur dalam Sepekan

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini.

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved