40 Hari Kematian Mahsa Amini, Warga Iran Sambangi Makamnya & Gelar Aksi

Banyak warga Iran menyambangi makam Amini untuk memperingati 40 hari kematiaannya.


zoom-inlihat foto
kota-tempat-tinggal-Mahsa-Amini.jpg
UGC / AFP
Foto yang diunggah di Twitter memperlihatkan ratusan kendaraan menuju ke kota tempat tinggal Mahsa Amini di Saqez, Iran, untuk memperingati 40 hari kematiannya.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ribuan warga Iran turun ke jalan untuk memperingati 40 hari kematian Mahsa Amini, (26/10/2022).

Selain itu, banyak pula yang menyambangi makam Amini yang berlokasi di Iran bagian barat laut.

Dikutip dari Euronews, media pemerintah melaporkan bahwa sekolah dan univeristas di wilayah itu akan ditutup demi "mencegah penularan flu".

Di pusat Kota Teheran, jalan-jalan di pasar besar ditutup sebagai upaya untuk mendukung aksi unjuk rasa. Di sana massa bertepuk tangan dan meneriakkan "Kebebasan! Kebebasan! Kebebasan".

Sekelompok orang juga terlihat melangkah di jalanan, membakar tempat sampah, serta membunyikan klakson mobil. Ada pula seruan "Matilah diktator!".

Baca: 80.000 Orang di Berlin Turun ke Jalan, Dukung Pengunjuk Rasa di Iran

Untuk menangani aksi ini, pemerintah Iran mengerahkan polisi antihuru-hara. Mereka dilaporkan menggunakan peluru palsu. Polisi juga mengganggu wartawan yang mendekomentasikan aksi itu dari jendela dan bagian atas rumah.

Di kampus Universitas Teheran, para pengunjuk rasa terdengar melontarkan slogan antipemerintah.

Baca: Meninggal setelah Ditahan, Mahsa Amini Dikenal Pemalu & Hindari Politik

Kematian Amini

Aksi unjuk rasa besar-besaran di Iran berawal dari peristiwa kematian Amini (22). Amini meninggal beberapa hari setelah ditangkap oleh polisi moral di Iran. Dia dianggap melanggar aturan berpakaian di negara itu.

Ada laporan bahwa dia dipukuli dengan tongkat polisi. Namun, pihak berwenang membantahnya dan kemudian mengklaim bahwa Amini meninggal karena serangan jantung. Klaim ini diragukan oleh banyak pihak.

Kematian Amini membuat warga Iran menuntut adanya kebebasan serta penggulingan rezim yang saat ini berkuasa. Video yang beredar memperlihatkan para wanita Iran melepas hijab mereka dan membakarnya. Selain itu, mereka juga memotong rambut dan berteriak meminta pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dihukum mati.

Baca: Kasus Mahsa Amini, Teheran Tuding AS Manfaatkan Kekacauan di Iran

Kemarahan juga ditujukan kepada Presiden Iran Ebrahim Raisi. Sejak berkuasa tahun 2021 lalu dia memperbanyak aturan berpakaian bagi wanita.

Aksi unjuk rasa di negara itu memunculkan banyak korban jiwa. Menurut Organisasi Mujahidin Iran, sudah ada sekitar 400 korban jiwa dalam aksi protes yang terjadi 191 kota. Puluhan ribu orang juga dilaporkan ditangkap.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Iran di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved