80.000 Orang di Berlin Turun ke Jalan, Dukung Pengunjuk Rasa di Iran

Aksi massa ini merupakan aksi unjuk rasa terbesar di luar negeri yang ditujukan untuk menentang pemerintah Iran.


zoom-inlihat foto
pengunjuk-rasa-di-Iran.jpg
JOHN MACDOUGALL / AFP
Puluhan ribu orang di Berlin, Jerman, menggelar aksi massa untuk mendukung para pengunjuk rasa di Iran, (22/10/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Puluhan ribu orang di Berlin, Jerman, turun ke jalan untuk menggelar aksi dukungan untuk para pengunjuk rasa di Iran, (22/10/2022).

Mereka terlihat membawa bendera Iran dan memegang spanduk bertuliskan "Woman, Life, Freedom" atau "Perempuan, Kehidupan, Kebebasan".

Aksi massa itu merupakan aksi unjuk rasa terbesar di luar negeri yang ditujukan untuk menentang pemerintah Iran. Polisi memperkirakan ada 80.00 orang yang ikut.

"Dari Zahedan hingga Teheran, saya mengorbankan diri saya demi Iran," kata Fariba Balouch, seorang aktivis yang berpidato dalam kesempatan itu, dikutip dari Reuters.

Para pengunjuk rasa turut mengucapkan "Death to Khamenei" untuk mengutuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Baca: Utusan PBB: Protes Berdarah di Iran Tunjukkan Rezim Telah Kehilangan Kendali

"Saya merasa baik karena kami di sini untuk berkata, 'Kami bersama kalian, bersama seluruh rakyat Iran'. Saya [mewakili] suara Mahsa Amini."

Aksi besar-besaran digelar di Iran menyusul kematian Mahsa Amini (22). Amini meninggal beberapa hari setelah ditangkap oleh polisi moral Iran. Dia dianggap melanggar aturan berpakaian.

Baca: Dituding Menindas Wanita, Polisi Moral Iran Disanksi oleh Inggris

Unjuk rasa terjadi di banyak kota di Iran. Aparat melakukan penindakan tegas terhadap mereka. Kelompok HAM memperkirakan sudah ada lebih dari 200 orang yang tewas dalam unjuk rasa.

Sejumlah wanita menggelar protes dengan melepas dan membakar hijab yang mereka kenakan. Dilaporkan juga ada beberapa remaja putir yang tewas saat aksi protes.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan bahwa aksi unjuk rasa terus berlangsung di beberapa kota. Beberapa di antaranya adalah Teheran, Mashhad, Mahabad, Dezful, dan sejumlah universitas di negara itu.

Di jalan-jalan yang berada di Lalehzar, pengunjuk rasa terlihat menyalakan api. Sementara itu, para pengunjuk rasa di Mashhad membunyikan klakson di mobil mereka dan melantunkan nyanyian yang mengecam Khamenei.

Di sisi lain, Khamenei menegaskan bahwa tidak ada yang bisa menggulingkan Republik Islam Iran. Dia menuduh musuh-musuh Iran berada di balik kerusuhan itu.

Baca: Viral Video Siswi di Iran Lepas Hijab & Lempari Kepala Sekolah

Beberapa kerusuhan terjadi di area yang menjadi tempat tinggal etnis minoritas. Etnis tersebut sudah lama membenci pemerintah Iran.

TV pemerintah Iran mengatakan sudah ada setidaknya 26 aparat yang tewas dalam kerusuhan. Sementara itu, Amnesty International menyebut aparat keamanan telah membunuh setidaknya 66 orang dalam penindakan yang terjadi pada hari Jumat tanggal 30 September lalu.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Iran di sini

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved