Rusia Takut Ukraina Bakal Gunakan Bom Nuklir dan 'Bom Kotor'

Rusia takut Ukraina bakal menggunakan bom nuklir untuk melancarkan operasi palsu.


zoom-inlihat foto
Menteri-Luar-Negeri-Rusia-Sergey-Lavrov-2.jpg
EVGENIA NOVOZHENINA / POOL / AFP
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov saat menghadiri konferensi pers dengan Sekjen Organisasi Konferensi Islam di Mokswa, (24/10/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia takut Ukraina bakal menggunakan "bom nuklir" untuk memprovokasi pasukan Rusia.

Padahal, Ukraina dilaporkan tidak memiliki senjata nuklir apa pun sejak tahun 1994 lantaran telah menyepakati Memorandum Budapest tahun 1994.

Setelah Uni Soviet bubar tahun 1991, ribuan senjata nuklir memang masih ada di Ukraina. Saat itu Ukraina bahkan memiliki persediaan senjata nuklir terbesar ketiga di dunia.

Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Rusia kemudian menawarkan perlindungan atau jaminan keamanan dengan syarat Ukraina bersedia membongkar/memusnahkan senjata nuklirnya. Ukraina pun menyetujuinya.

Pekan lalu Rusia juga menuding Ukraina tengah membuat "bom kotor". Bom itu akan digunakan dalam serangan palsu di wilayah Ukraina sendiri, seolah-olah serangan itu dilancarkan oleh Rusia. Menurut Rusia, serangan palsu ini akan membuat konflik makin besar.

Bom kotor adalah bom yang berisi bahan peledak campuran, yakni peledak konvensional dan material radioaktif.

Baca: Putin Berlakukan Darurat Militer di Wilayah Ukraina yang Dianeksasi Rusia

"Informasi kami tentang kemungkinan provokasi Ukraina yang melibatkan penggunaan bom nuklir cukup bisa dipercaya," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada hari Senin, dikutip dari Newsweek, (26/10/2022).

"Menteri Pertahanan Sergey Shoigu memberikan rincian data itu, lengkap dengan nama lembaga penelitian mungkin terlibat di dalamnya, saat percakapan telepon dengan pejabat dari AS, Prancis, Inggris, dan Turki."

Baca: Sekutu Putin: Jika Senjata Nuklir Digunakan, Planet Kita Akan Tamat

Lavrov mengetakan persoalan bom nuklir ini akan dibahas dalam rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ukraina dan pejabat Barat membantah klaim adanya bom kotor yang dibuat oleh Ukraina. Pejabat Ukraina bahkan mengundang badan pengawas nuklir PBB untuk memeriksa PLTN Ukraina.

Dionis Cenusa, seorang peneliti di Pusat Studi Eropa Timur, menduga Rusia sedang menyiapkan operasi militer.

"Jika tidak, maka Rusia terus menguji kesediaan Barat untuk memunculkan narasi bahwa perundingan damai bisa jadi jalan keluar dari eskalasi yang kacau," kata Cenusa.

"Risiko ledakan di PLTA Kherson, terbatasnya jumlah pasukan di Belarusia, serangan terhadap infrastruktur penting yang memproduksi energi di Ukraina, bersama dengan narasi 'bom nuklir' harus dipahami secara bersama-sama, bukannya secara terpisah. Rusia sedang menyiapkan semacam operasi campuran terhadap Ukraina" kata dia menambahkan.

Baca: Ancaman Perang Nuklir Kembali Hantui Dunia, Pertama sejak Krisis Kuba

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved