Viral Video Siswi di Iran Lepas Hijab & Lempari Kepala Sekolah

Aksi ini diduga merupakan bagian dari protes atas kematian Mahsa Amini.


zoom-inlihat foto
siswi-SMA-di-Iran.jpg
Twitter/vahid_yucesoy
Tangkapan layar video yang memperlihatkan sejumlah siswi SMA di Iran mengolok-olok kepala sekolah mereka.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Di media sosial beredar video yang memperlihatkan siswi sekolah menengah atas (SMA) di Iran melepas hijab dan menghujat kepala sekolah.

Peristiwa ini terjadi di Kota Karaj yang berada di dekat ibu kota Iran, Teheran.

Video itu turut dibagikan di Twitter oleh Yahid Yücesoy, seorang mahasiswa S-3 Jurusan Ilmu Politik pada Universitas Montreal.

Dalam video itu, terlihat ada kerumunan siswi yang melempari kepala sekolah mereka dengan botol minuman. Mereka mengolok-olok dan menyebut bahwa kepala sekolah mereka bukan "orang terhormat".

Dilansir dari Newsweek, (6/10/2020), menurut Yücesoy aksi itu merupakan bagian dari protes atas kematian Mahsa Amini, seorang wanita Iran yang meninggal setelah ditahan oleh polisi moral.

"Video ini viral di Twitter Iran. Siswi di sebuah sekolah di Karaj mengolok-olok dan mengusir kepala sekolah yang pro terhadap rezim di Iran," tulis Yücesoy. "Mereka juga melepas hijab."

Baca: Tak Kenakan Hijab saat Makan di Kafe, Wanita Iran Ditangkap

Kata dia, protes di Iran hanya terjadi di jalan dan kampus perguruan tinggi. Selain itu, aksi protes umumnya dipimpin oleh pekerja dan guru/dosen. Namun, video tersebut menunjukkan bahwa aksi protes ternyata sudah menjalar ke SMA.

Baca: Meninggal setelah Ditahan, Mahsa Amini Dikenal Pemalu & Hindari Politik

"Kekecewaan terhadap rezim ini sangat besar, seluruh bagian masyarakat geram atas peristiwa yang terjadi di negara itu sehingga kita bahkan melihat siswi SMA bertindak dengan sangat politis," kata dia menjelaskan.

Foto dan video lain memperlihatkan siswi menyorakkan slogan antipemerintah. Sejumlah pengguna Twitter memuji aksi protes itu.

"Siswi pemberani di Iran melepas hijab mereka, merusak gambar pemimpin tertinggi Republik Islam ini, dan bersorak "Matilah Diktator!" tulis Elika Sadeghi, seorang jurnalis olahraga.

"Keberanian yang benar-benar mengejutkan dan nyata," tulis Michael Clemens, peneliti pada Center for Global Development.

Semua aksi protes ini berawal dari kasus kematian Mahsa Amini (22). Amini ditangkap oleh polisi karena dituding melanggar aturan berpakaian di Iran.

Baca: Kasus Mahsa Amini, Teheran Tuding AS Manfaatkan Kekacauan di Iran

Dia diduga dipukuli saat ditahan. Amini selanjutnya dibawa ke rumah sakit, tetapi meninggal tiga hari kemudian.

Pihak berwenang di Iran mengatakan Amini mengalami serangan jantung. Namun, keluarganya tak mempercayainya.

Amini dimakamkan tanggal 17 September. Beberapa jam kemudian warga Iran turun ke jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa. Unjuk rasa ini digelar di banyak kota di Iran.

Aparat keamanan menindak keras aksi ini sehingga timbul banyak korban. Kelompok HAM di Iran mengatakan korban tewas akibat bentrokan antara aparat dan demonstran mencapai lebih dari 130 orang.

Baca: Iran Murka, Tuding Barat Ikut Campur dalam Kasus Mahsa Amini

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Iran di sini

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved