Korut Tembakkan Rudal Balistik, Warga Jepang Diminta Berlindung

Warga Jepang diminta mencari perlindungan karena Korut menembakkan rudal balistik.


zoom-inlihat foto
Perdana-Menteri-Jepang-Fumio-Kishida.jpg
STR / JIJI PRESS / AFP
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menjawab sejumlah pertanyaan setelah Korea Utara diduga menembakkan rudal balistik, Kantor Perdana Menteri, Tokyo, 5 Januari 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jepang mengatakan Korea Utara (Korut) telah menembakkan rudal balistik yang melewati langit Jepang pada hari Selasa, (4/10/2022).

Kantor Perdana Menteri Jepang mengatakan rudal itu diduga mendarat di Samudra Pasifik.

Pemerintah kemudian mengeluarkkan peringatan atau imbauan kepada warga Jepang yang berada di wilayah timur laut agar mencari tempat perlindungan.

Peringatan ini merupakan yang pertama kalinya sejak tahun 2017. Layanan transportasi kereta di Hokkaido dan Aomori dilaporkan sempat dihentikan akibat hal ini, tetapi kemudian diaktifkan kembali.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengkritik pedas tindakan Korut itu. "Penembakan itu, yang terjadi setelah beberapa peluncuran [rudal] oleh Korea Selatan, adalah tindakan sembrono dan saya sangat mengecamnya," kata Fumio dikutip dari NPR.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno, menyebut tidak ada laporan kerusakan akibat tembakan itu. Kata dia, rudal itu mendarat di perairan di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang setelah terbang selama 22 menit.

Baca: Bantah Tudingan AS, Korut Tegaskan Tak Jual Senjata kepada Rusia

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel) turut mendeteksi peluncuran itu. Menurutnya rudal itu diluncurkan dari pedalaman Korut bagian utara.

Baca: UU Baru Izinkan Korut Gunakan Senjata Nuklir Terlebih Dulu jika Terancam

Sementara itu, Presiden Korsel Yoon Suk Yeol mengatakan rudal yang ditembakkan Korut memiliki daya jelajah menengah, yakni 4.000 km. Yoon telah meminta Dewan Keamanan Nasional untuk menggelar rapat guna mendiskusikan masalah itu.

Peluncuran itu menjadi peluncuran kelima yang dilakukan oleh Korut dalam 10 hari terakhir. Diduga peluncuran itu merupakan tanggapan Korut atas latihan militer yang digelar oleh Korsel, Amerika Serikat (AS), dan Jepang pekan lalu. Menurut Korut, latihan militer itu adalah "latihan invasi".

Pada empat peluncuran sebelumnya, rudal Korut hanya terbang dalam jarak pendek dan jatuh di perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang. Rudal tersebut mampu menghantam target di Korsel.

Baca: Kim Jong Un Siap Gunakan Senjata Nuklir untuk Hadapi Musuh Korut

Pada tahun ini Korut telah menembakkan sekitar 40 rudal. Pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un, telah berjanji untuk memperbesar kekuatan nuklir negaranya. Kim juga menolak berunding kembali dengan AS untuk membahas persoalan nuklir.

Pakar menduga Kim akan menggunakan senjata nuklirnya untuk menekan AS agar bersedia mengakui Korut sebagai senjata nuklir. Menurut Kim, pengakuan itu akan menghilangkan sanksi yang saat ini dijatuhkan kepada Korut.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Korea Utara di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved