Anies Baswedan Diusung Sebagai Capres dari Partai Nasdem, Surya Paloh: Why Not The Best?

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan alasan soal diusungnya nama Anies Baswedan maju sebagai capres pemilu 2024


zoom-inlihat foto
Ketua-Umum-Partai-N.jpg
KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam jumpa pers deklarasi Capres 2024 di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).


Anies Baswedan sempat belajar di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat selama setahun sejak 1987 sampai 1988.

Tamat dari SMA, Anies Baswedan kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada.

Selama menjadi mahasiswa di FE UGM sejak 1989 sampai 1995, jiwa organisator Anies Baswedan semakin tumbuh.

Anies Baswedan aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), di sampinag ia juga aktif sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa UGM.

Anies Baswedan juga pernah mendapatkan beasiswa Japan Aielines Foundation untuk mengikuti kuliah musim panas bidang Asian Studies di Universitas Sophia, Tokyo, Jepang.

Lulus dari FE UGM, Anies Baswedan kemudian mendapat beasiswa S2 di University of Maryland, College Park untuk pendidikan Master Bidang International Security and Economic Policy.

Baca: Surya Paloh Ungkap Syarat untuk Ganjar, Jenderal Andika, dan Anies jika Ingin Maju ke Pilpres 2024

Ketika kuliah di University of Maryland, Anies Baswedan sempat mendapat penghargaan William P Cole III Fellow, ICH Scholarship, serta ASEAN Student Award.

Pada 2005, Anies Baswedan menjadi peserta Gerald Maryanov Fellow di Departemen Ilmu Politik di Universitas Northern Illinois.

Karena itu, Anies Baswedan dapat menyelesaikan disertasinya tentang “Otonomi Daerah dan Pola Demokrasi di Indonesia”.

Perjalanan Karier Anies Baswedan bisa dibilang cukup panjang.

Pada periode 1989 sampai 1991, ketika masih kuliah sebagai mahasiswa ekonomi di UGM, Anies Baswedan pernah menjadi redaktur sekaligus pembawa acara “Tanah Merdeka” yang ditayangkan di TVRI Yogyakarta.

Ketika lulus sebagai sarjana ekonomi, Anies Baswedan juga sempat bekerja di almamaternya.

Anies Baswedan menjadi Peneliti dan Koordinator Proyek di Pusat Antar Universitas (PAU) Studi Ekonomi UGM.

Namun tidak lama, Anies Baswedan kemudian mendapat beasiswa untuk melanjutkan S2 di University of Masyland sehingga harus meninggalkan pekerjaan tersebut.

Ketika kuliah S3 di Northern Illinois University, Amerika, Anies Baswedan sempat menjadi peneliti si pada The Office of Research, Evaluation, and Policy Studies sejak 2000 sampai 2004.

Ketika berada di Amerika, Anies Baswedan juga aktif di dunia akademis dan menulis berbagai artikel tentang desentralisasi, demokrasi, dan politik Islam di Indonesia.

Anies Baswedan pun kerap menjadi pembicara di berbagai konferensi.

Artikel jurnalnya yang berjudul “Political Islam: Present and Future Trajectory” dimuat di Asian Survey, sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Universitas California.

Anies Baswedan juga menulis artikel Indonesian Politics in 2007: The Presidency, Local Elections and The Future of Democracy yang kemudian diterbitkan oleh BIES, Australian National University.

Pulang ke Indonesia, Anies Baswedan kemudian bekerja sebagai National Advisor bidang desentralisasi dan otonomi daerah di Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan, Jakarta sejak 2006 sampai 2007.





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved