Anies Baswedan Diusung Sebagai Capres dari Partai Nasdem, Surya Paloh: Why Not The Best?

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan alasan soal diusungnya nama Anies Baswedan maju sebagai capres pemilu 2024


zoom-inlihat foto
Ketua-Umum-Partai-N.jpg
KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam jumpa pers deklarasi Capres 2024 di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).


"Sekarang, saya telah mengabdi 5 tahun, silakan menilai saya berdasarkan kenyataan dan rekam jejak," tutupnya.

Sejauh ini, baru Partai Amanat Nasional (PAN) dan Nasdem yang memunculkan nama Anies sebagai kandidat calon presiden yang mungkin mereka usung pada 2024 nanti.

Sebagai informasi, Anies Rasyid Baswedan atau akrab disapa Anies Baswedan lahir di Kuningan, Jawa Barat pada 7 Mei 1969.

Anies Baswedan merupakan anak dari pasangan suami istri Rasyid Baswedan dan Aliyah Rasyid.

Anies Baswedan lahir di keluarga akademisi, ayahnya adalah seorang dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, sedangkan sang ibu merupakan guru besar sekaligus dosen di Universitas Negeri Yogyakarta.

Sedangkan kakeknya, Abdurachman Baswedan (AR Baswedan) merupakan salah seorang pejuang pergerakan nasional dan pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan pada masa awal kemerdekaan.

Anies Baswedan menikah dengan seorang perempuan bernama Fery Farhati Ganis.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak yaitu Mutiara Annisa Baswedan, Mikail Azizi Baswedan, Kaisar Hakam Baswedan, Ismail Hakim Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa (21/9/2021). Anies Baswedan diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur pada tahun 2019 dengan tersangka Yorry Corneles Pinontoan.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa (21/9/2021). Anies Baswedan diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur pada tahun 2019 dengan tersangka Yorry Corneles Pinontoan. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Anies Baswedan memulai pendidikan formalnya ketika usianya menjelang lima tahun.

Anies Baswedan masuk ke TK Masjid Syuhada di Kota Baru, Yogyakarta.

Lulus dari TK, Anies Baswedan kemudian melanjutkan ke SD IKIP Labrotori II, Yogyakarta dan lulus pada 1982.

Sejak kecil, Anies Baswedan sudah suka berorganisasi.

Ketika usianya masih 12 tahun, Anies Baswedan membentuk kelompok anak-anak muda yang berumur antara 7 tahun sampai 15 tahun di kampungnya.

Kelompok tersebut bernama “Kelabang”, yakni kependekan dari Klub Anak Berkembang.

Kelabang sangat sering mengadakan kegiatan-kegiatan olahraga dan kesenian.

Lulus dari SD, Anies Baswedan kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 5 Yogyakarta sampai 1985.

Anies Baswedan pernah menjadi ketua OSIS se-Indonesia ketika ia duduk di SMAN 2 Yogyakarta.

Pemilihannya dilakukan ketika Anies Baswedan mengikuti pelatihan kepemimpinan di Jakarta pada September 1985.

Anies Baswedan mengetuai 300 delegasi SMA-SMA se-Indonesia, padahal saat itu ia masih duduk di kelas satu.

Ketika di SMA, Anies Baswedan juga terpilih menjadi peserta program AFS, yaitu program pertukaran pelajar yang diselenggarakan oleh Bina Antarbudaya.





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved