Propagandis Rusia Sekaligus Sekutu Putin Diduga Kabur dari Mobilisasi

Seorang propagandis dan blogger Rusia bernama Mikhail Lazutin diduga kabur ke Georgia.


zoom-inlihat foto
blogger-Rusia-Mikhail-Lazutin.jpg
Twitter/Nexta_tv
Sosok yang diduga blogger Rusia, Mikhail Lazutin, berada di perbatasan Rusia dan Georgia.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mikhail Lazutin, seorang propagandis Rusia sekaligus sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, diduga kabur ke Georgia untuk menghindari mobilisasi.

Lazutin terlihat berada di dekat perbatasan antara Rusia dan Georgia hari Kamis lalu, (27/9/2022).

Di beberapa kanal Telegram, beredar video yang memperlihatkan dia berdiri mengantre di titik pengecekan di Verkhnii Lars.

Dikutip dari Newsweek, pada tahun 2014 Lazutin mendirikan gerakan atau kelompok yang dikenal sebagai Lev Against. Kelompok itu menganjurkan warga Rusia untuk tidak meminum alkohol, merokok, dan bahasa kasar di tempat umum.

Menurut media Rusia, Lev Against mendapat dana hibah dari presiden senilai 12,2 juta rubel atau Rp3,1 miliar.

Baca: Cegah Warganya Kabur dari Mobilisasi, Rusia Buka Kantor di Perbatasan

Beberapa blogger terkenal Rusia juga dilaporkan telah kabur dari negaranya. Mereka di antranya Gusein Gasanov dan Nikolay Sobolev. Gasanov yang memiliki keturunan Azerbaijan mengaku akan pergi mengunjungi ayahnya beberapa hari.

Adapun blogger lain bernama Yury Khovansky mengaku telah pergi ke Serbia.

Baca: Hampir 100.000 Warga Rusia Kabur ke Kazakhstan untuk Hindari Mobilisasi

Kementerian Luar Negeri Inggris pada hari Kamis mengatakan sudah banyak warga Rusia yang melarikan diri ke luar negeri. Mereka melarikan diri karena menghindari kebijakan mobilisasi atau wajib militer. Menurut Inggris, jumlah orang kabur dari mobilisasi kemungkinan sudah melebihi jumlah tentara yang dikirim ke Ukraina pada awal invasi.

Sementara itu, Vyacheslav Volodin, juru bicara majelis rendah Rusia, mengatakan warga Rusia yang diharuskan mengikuti wajib militer tidak diperkenankan meninggalkan negaranya tanpa izin dari komisariat militer.

Buat kantor di perbatasan

Demi mencegah warganya kabur ke luar negeri, Rusia membuka lebih banyak kantor pendaftaran wajib militer di dekat perbatasan.

Pejabat Rusia mengatakan akan memberikan pemberitahuan panggilan wajib militer kepada semua orang yang memenuhi syarat, tetapi berusaha kabur ke luar negeri.

Baca: Banyak Warga Rusia Ingin Kabur, Terjadi Kemacetan hingga 16 Km di Perbatasan

Dikutip dari News Sky, satu kantor pendaftaran wajib militer telah dibuka di titik pemeriksaan di Ozinki, Saragon, yang menjadi perbatasan antara Rusia dan Kazakhstan.

Selain itu, akan ada pusat pendaftaran yang dibuka di wilayah Astrakhan, juga di perbatasan dengan Kazakhstan.

Awal pekan ini kantor sementara untuk urusan wajib militer telah dibuka di Verkhny, dekat perbatasan Georgia, dan di dekat titik pemeriksaan di Torfyanka, perbatasan antara Rusia dan Finlandia.

Diperkirakan sudah ada lebih dari 194.000 warga Rusia yang melarikan diri ke Georgia, Kazakhstan, dan Finlandia. Sebagian besar kabur dengan mobil, sepeda, dan bahkan dengan berjalan kaki. Adapun Finlandia dilaporkan akan menutup perbatasan tempat masuknya turis Rusia.

Baca: Banyak Warganya Kabur dari Mobilisasi, Rusia Belum Menutup Perbatasan

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved