Hampir 100.000 Warga Rusia Kabur ke Kazakhstan untuk Hindari Mobilisasi

Kemacetan panjang terlihat di Vishnevka yang berada di perbatasan antara Rusia dan Kazakhstan.


zoom-inlihat foto
Warga-Rusia-mengantre.jpg
STRINGER / AFP
Warga Rusia mengantre di sebuah pusat pelayanan masyarakat demi mendapatkan nomor identitas untuk warga negara asing di Kota Uralsk, Kazakhstan, (28/9/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebanyak 98.000 warga Rusia dilaporkan telah melarikan diri ke Kazakhstan pekan ini.

Kemacetan panjang terlihat di Vishnevka yang berada di perbatasan antara Rusia dan Kazakhstan.

Mereka kabur setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan kebijakan mobilisasi parsial atau sebagian.

Banyak warga Rusia yang ingin pergi dari negaranya lantaran takut bakal dipanggil untuk bertempur di Ukraina.

"Yang diumumkan adalah mobilisasi parsial. Namun, berdasarkan dokumen, sepertinya itu mobilisasi penuh," kata seorang warga Rusia yang ingin pergi ke Kazakhstan, dikutip dari Euronews, (29/9/2022).

"Dan pernyataan Presiden [Putin] tidak sesuai dengan apa yang ditulis di surat kabar. Orang-orang berdiri di sini takut bahwa cepat atau lambat mobilisasi penuh akan diumumkan dan tidak akan da yang bisa melewati perbatasan."

Baca: Banyak Warganya Kabur dari Mobilisasi, Rusia Belum Menutup Perbatasan

Beberapa warga Rusia memilih pergi dengan kereta karena harga naik taksi ke perbatasan melonjak naik.

Pemerintah Kazakhstan telah berjanji untuk tidak mengirim kembali warga Rusia yang kabur.

Baca: Protes Antimobilisasi di Rusia Berlanjut, Ratusan Orang Ditangkap

"Integritas wilayah negara tidak bisa diganggu gugat," kata Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev.

"Ini prinsip pentingnya. Saya selalu berujar tentang keterbukaan dan kejelasan di wilayah internasional.

Selain itu, Tokayev juga tidak mengakui referendum di wilayah Ukraina yang diduduki pasukan Rusia. Padahal, Kazakhstan dikenal sebagai sekutu Rusia.

Kabur ke Georgia

Selain Kazakhstan, Georgia juga menjadi tujuan warga Rusia yang ingin kabur dari mobilisasi. Lalu lintas di perbatasan antara Rusia dan Georgia bahkan dilaporkan macet parah.

Foto satelit dari Maxar, sebuah perusahaan bermarkas di Amerika Serikat (AS), memperlihatkan adanya kemacetan hingga 16 km. Foto itu turut dibagikan oleh akun Twitter @TpyxaNews pada Selasa pagi, (27/9/2022).

Baca: Banyak Warga Rusia Ingin Kabur, Terjadi Kemacetan hingga 16 Km di Perbatasan

"Dari atas, perbatasan dengan Georgia pada hari ini terlihat seperti ini," demikian takarir pada foto yang diunggah oleh TpyxaNews, dikutip dari Newsweek.

"Foto dari satelit Maxar menunjukkan antrean warga Rusia hingga 16 km. Mobilisasi membuat lebih dari 115.000 orang pergi ke luar negeri."

Pada hari Putin mengumumkan kebijakan mobilisasi, tiket pesawat ke Armenia, Turki, dan Georgia ludes terjual. "Semua tiket penerbangan langsung ke Istanbul dan Yerevan habis terjual dalam beberapa menit setelah Putin berpidato," kata surat kabar Rusia, Lenka, melalui Twitter.

Sejumlah warga Rusia turun ke jalan untuk menggelar unjuk rasa menentang mobilisasi. Dalam aksi yang digelar puluhan kota itu, sudah ada lebih dari 1.300 orang yang ditahan.

Baca: Jika Gunakan Senjata Nuklir, Rusia Disebut Bakal Ditinggalkan Sekutunya

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved