TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Tiongkok Xi Jinping akhirnya kembali tampil di depan publik setelah sempat dirumorkan dikudeta, (27/9/2022).
Menurut TV pemerintah, pada hari Selasa Xi mengunjungi sebuah pameran di Ibu Kota Beijing.
Xi tidak terlihat oleh publik setelah kembali dari pertemuan yang digelar di Uzbekistan. Hal ini memicu spekulasi bahwa dia dikudeta dan dijadikan tahanan rumah.
Saat ini Xi berusaha mengamankan posisinya sebagai Presiden Tiongkok untuk ketiga kalinya. Ini dimungkinkan karena Xi telah menghapus aturan jabatan presiden maksimal dua periode.
Dikutip dari Al Jazeera, Xi sudah berkuasa selama satu dasawarsa dan berusaha menindak tegas kasus korupsi di dalam Partai Komunis Tiongkok. Namun, pengamat meyakini upaya itu sebenarnya ditujukan untuk menyingkirkan lawan politik Xi.
Pemerintahan Xi juga mendapat kecaman karena dituding melakukan pelanggaran HAM di Xinjiang. Di sana diduga terdapat 1 juta etnis Uighur yang ditahan.
Baca: Isi Tweet Politisi India Subramanian Swamy yang Picu Desas-desus Kudeta dan Xi Jinping
Dalam rapat akbar Partai Komunis Tiongkok yang digelar bulan depan, Xi kemungkinan akan terpilih kembali menjadi presiden.
Sebelumnya, beberapa mantan pejabat tinggi telah ditahan karena didakwa melakukan tindak korupsi. Mereka di antaranya mantan Menteri Keamanan Masyarakat Sun Lijun, mantan Menteri Kehakiman Fu Zhenghua, dan mantan kepala polisi di Shanghai, Chongqing, dan Shanxi.
Baca: Presiden Tiongkok Xi Jinping Diduga Tak Ditahan, tetapi Dikarantina
Penahanan ini merupakan "pembersihan politik" terbesar di Tiongkok dalam beberapa tahun belakangan.
Pada hari Senin, media pemerintah mengumumkan daftar 2.300 delegasi Komisi Sentral Partai Komunis Tiongkok. Dalam daftar itu terdapat nama Xi.
Rumor kudeta
Xi sempat dirumorkan dikudeta beberapa hari lalu lantaran tidak terlihat lagi selepas bertandang ke Uzbekistan.
Dikutip dari Hindustan Times, (26/9/2022), rumor yang beredar menyebutkan Xi dijadikan tahanan rumah. Namun, menurut para pakar, Xi kemungkinan besar sedang dikarantina karena baru saja pulang dari luar negeri.
Baca: Joe Biden Tegaskan Militer AS Akan Bantu Taiwan jika Tiongkok Menyerbu
Tiongkok masih memberlakukan kebijakan "nol-Covid" yang ketat. Semua warga Tiongkok yang kembali dari luar negeri diwajibakan menjalani karantina.
Dalam rumor itu juga ada klaim bahwa penerbangan ke dan dari Beijing dibatalkan. Bahkan, semua perjalanan dengan kereta dan bus disebut telah dibatalkan.
Laman Bandara Internasional Beijing memang memperlihatkan ada beberapa penerbangan yang dibatalkan. Namun, penerbangan lainnya tetap dijadwalkan, mengalami keterlambatkan, serta ada yang sudah mendarat.
Lalu lintas penerbangan di Tiongkok belum kembali normal seperti saat prapandemi. Ini bisa menjadi penyebab mengapa data penerbangan lebih sedikit.
Baca: Tiongkok Marah karena AS Akan Jual Senjata Senilai Rp16,3 T kepada Taiwan
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Xi Jinping di sini