Presiden Tiongkok Xi Jinping Diduga Tak Ditahan, tetapi Dikarantina

Pakar mengatakan Xi Jinping kemungkinan besar sedang dikarantina karena baru saja pulang dari luar negeri.


zoom-inlihat foto
china-zhurong.jpg
AFP/STR
Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pidato melalui konferensi video saat membuka China International Import Expo (CIIE) di Shanghai, Tiongkok, pada 4 November 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Baru-baru ini Presiden Tiongkok Xi Jinping dirumorkan dikudeta oleh seorang jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Rumor ini muncul di media sosial setelah Xi disebut hilang alias tak diketahui keberadaannya.

Partai Komunis Tiongkok (CCP) hingga kini belum memberikan konfirmasi mengenai kebenaran rumor ini.

Xi sendiri baru saja kembali ke negaranya setelah menghadiri rapat Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Uzbekistan.

Bulan depan, pada kongres akbar CCP, Xi berusaha menjadi presiden untuk ketiga kalinya. Jika upayanya berhasil, dia akan menjadi pemimpin Tiongkok terkuat sejak Mao Zedong.

Baca: Undang Xi Jinping Hadiri Pemakaman, Ketua Majelis Rendah Inggris Dihujat

Jadi tahanan rumah?

Dikutip dari Hindustan Times, (26/9/2022), rumor yang beredar menyebutkan Xi dijadikan tahanan rumah. Namun, para pakar kurang percaya akan rumor itu. Menurut mereka, Xi kemungkinan besar sedang dikarantina karena baru saja pulang dari luar negeri.

Tiongkok masih memberlakukan kebijakan "nol-Covid" yang ketat. Semua warga Tiongkok yang kembali dari luar negeri diwajibakan menjalani karantina.

Penerbangan di Tiongkok dibatalkan

Ada klaim bahwa penerbangan ke dan dari Beijing dibatalkan. Bahkan, semua perjalanan dengan kereta dan bus disebut telah dibatalkan.

Baca: Hubungan AS dengan Tiongkok Memanas, Joe Biden Akan Berbicara dengan Xi Jinping

Laman Bandara Internasional Beijing memang memperlihatkan ada beberapa penerbangan yang dibatalkan. Namun, penerbangan lainnya tetap dijadwalkan, mengalami keterlambatkan, serta ada yang sudah mendarat.

Lalu lintas penerbangan di Tiongkok belum kembali normal seperti saat prapandemi. Ini bisa menjadi penyebab mengapa data penerbangan lebih sedikit.

Tiongkok dalam sepekan terakhir

Dalam sepekan terakhir, ada dua mantan menteri yang divonis hukuman mati. Kemudian, ada empat pejabat yang dihukum seumur hidup.

Hukuman tersebut dijatuhkan di tengah kampanye antikorupsi yang dinisiasi oleh Xi. Para pejabat itu disebut menjadi musuh Xi. Ini menjadi indikasi bahwa Xi punya pengaruh yang sangat kuat terhadap CCP dan Tiongkok.

Baca: Xi Jinping Bersumpah Wujudkan Reunifikasi Cina dan Taiwan secara Damai

Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin berfoto bersama pada pertemuan Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Samarkand, Uzbekistan, (15/9/2022).
Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin berfoto bersama pada pertemuan Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Samarkand, Uzbekistan, (15/9/2022). (CreditALEXANDR DEMYANCHUK / SPUTNIK / AFP)

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Xi Jinping di sini

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved