TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan negaranya tak perlu menggunakan senjata nuklir demi mencapai tujuannya di Ukraina.
Menurut Shoigu, kemajuan yang didapat pasukan Rusia telah menyingkirkan anggapan bahwa Barat bisa mengirimkan "senjata super" ke Ukraina dan mengubah jalannya perang.
"Dari sudut pandang militer, senjata nuklir tidak perlu digunakan di Ukraina untuk mencapai tujuan," kata Shoigu dikutip dari USA Today.
"Klaim bahwa senjata kimia bisa digunakan di Ukraina juga tidak masuk akal."
Ketika berpidato pada Konferensi Moskow tentang Keamanan Internasional, dia menyebut senjata terbaik milik Barat mulai hancur sedikit demi sedikit dalam pertempuran.
Kata dia, senjata tersebut juga tidak punya dampak besar dalam perang di negara bekas Uni Soviet itu.
Baca: Ukraina Minta Rusia Kembali Disanksi karena Bahayakan PLTN Terbesar di Eropa
Pernyataan yang berbeda disampaikan oleh pejabat Amerika Serikat (AS) dan Ukraina.
Menurut mereka senjata-senjata canggih milik Ukraina yang dikirim oleh AS, misalnya rudal HIMARS, sangat efektif menghancurkan gudang amunisi dan pusat komando Rusia.
Senjata itu juga dilaporkan mampu mengganggu jalur perbekalan tentara Rusia.
Kendati demikian, AS masih enggan mengirimkan senjata berdaya jangkau yang bisa menyerang Rusia dari jarak ratusan mil.
Baca: Jika AS & Rusia Gelar Perang Nuklir, Argentina & Australia Jadi yang Paling Kuat Bertahan
Senator AS peringatkan penggunaan senjata nuklir
Pada bulan Mei lalu Senator Amerika Serikat (AS), Bob Menendez, sempat memperingatkan kemungkinan Rusia menggunakan senjata nuklir di Ukraina.
Menurut Menendez, jika Ukraina terus menang dalam pertempuran, Vladimir Putin bisa mengerahkan senjata nuklir atau senjata pemusnah massal lainnya.
Kepada Fox News Sunday, Menendez mengungkapkan kekhawatirannya bahwa Putin bakal menggunakan senjata nuklir untuk "menyelamatkan mukanya" karena kalah terus.
"Jadi, ironisnya, salah satu kekhawatirannya saya adalah makin banyak keberhasilan yang didapat Ukraina, maka makin besar risiko Putin akan melakukan sesuatu karena dia kini kalah dan harus menyelamatkan mukanya di negaranya," kata Menendez dikutip dari The Independent, (2/5/2022).
"Dan begitu juga potensi penggunaan senjata kimia, biologis, atau nuklir mungkin bertambah karena hal itu."
Baca: Mantan Presiden Rusia Minta AS Tak Main-Main dengan Negara Bersenjata Nuklir
Kata dia, potensi penggunaan senjata pemusnah massal oleh Rusia adalah ancaman yang nyata.
Menurutnya, Putin tidak menunjukkan keraguannya dalam menggunakan senjata seperti itu pada masa silam.
"Tahu bahwa Putin melakukannya di Suriah. Sayangnya, dunia tidak peduli kepada Suriah, tetapi dia menggunakan senjata kimia di Suriah, jadi dia mampu melakukannya," kata dia.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini