Hindari Mobilisasi, Beberapa Warga Rusia Pilih Kabur ke Luar Negeri

Di media sosial, beredar panduan untuk pergi keluar dari Rusia demi menghindari mobilisasi.


zoom-inlihat foto
kebijakan-mobilisasi.jpg
OLGA MALTSEVA / AFP
Polisi menahan para pengunjuk rasa yang memprotes kebijakan mobilisasi, Saint Petersburg, Rusia, (21/9/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beberapa pria Rusia buru-buru pergi dari negaranya setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi tentara cadangan.

Imbasnya, lalu lintas di perbatasan Rusia dengan Finlandia dan Georgia dilaporkan meningkat.

Selain itu, harga tiket pesawat ke luar Moskwa juga mulai melonjak. Bahkan, tiket ke lokasi terdekat di luar negeri mencapai di atas $5.000 atau sekitar Rp75 juta. Sebagian besar tiket telah habis terjual.

Di media sosial, beredar panduan untuk pergi keluar dari Rusia. Salah satu portal berita dalam bahasa Rusia turut memberikan daftar tempat yang bisa dituju untuk "melarikan diri" dari Rusia.

Dilaporkan terjadi kemacetan panjang di perbatasan antara Rusia dan Georgia.

Baca: Lebih dari 1.200 Warga Rusia Ditangkap karena Memprotes Mobilisasi

"Perang itu mengerikan," kata Sergei, seorang warga Rusia ketika di tiba dia Beograd, ibu kota Serbia, dikutip dari Reuters.

"Takut menghadapi perang dan kematian serta hal-hal seperti itu adalah sesuatu yang wajar."

Kata Sergei, teman-temannya juga khawatir bakal dikirim ke medan perang di Ukraina. "Mereka juga takut. Ini situasi yang sulit."

Baca: Putin Akhirnya Perintahkan Mobilisasi, Pertama sejak Perang Dunia II

Seseorang dari perusahaan pariwasata mengatakan ada keputusasaan yang muncul. Ini terlihat dari banyaknya warga Rusia yang ingin mencari tiket pesawat untuk pergi ke luar negeri.

"Ini adalah panic demand dari orang-orang yang takut bahwa mereka nanti tidak akan bisa meninggalkan negara ini. Orang-orang membeli tiket, tak peduli ke mana mereka akan pergi," kata orang itu secara anonim.

Menurut badan Pengawas Perbatasan Finlandia, lalu lintas orang dari Rusia yang masuk ke Finlandia telah meningkat dalam semalam.

"Sudah jelas jumlahnya meningkat," kata Matti Pitkaniitty, kepala urusan internasional pada badan tersebut.

Pitkaniitty mengatakan situasi masih terkendali. Staf pengawas juga sudah siap di sembilan titik pengecekan.

Baca: Dalam Sidang PBB, Joe Biden Sebut Rusia Ancaman bagi Dunia

Lebih dari 1.200 orang ditahan

Kebijakan mobilisasi memunculkan unjuk rasa dari warga Rusia. Beberapa dari mereka telah ditahan oleh polisi karena aksi itu.

OVD-Info, sebuah organisasi hak asasi manusia (HAM) yang memantau aktivitas kepolisian, mengatakan sudah ada lebih dari 1.200 warga Rusia yang ditahan.

Dikutip dari New York Times, di Moskwa para pengunjuk rasa berkumpul di jalanan dan meminta Putin "dikirim ke parit pertahanan".

Sementara itu, di Kota Tomsk, polisi membawa seorang wanita yang melancarkan aksi protes sambil membawa papan bertuliskan "Peluk saya jika Anda juga takut".

Baca: TV Rusia Sebut Pemakaman Ratu Jadi Waktu yang Tepat untuk Menuklir Inggris

Adapun di Kota Novosibirsk, seorang pria ditahan polisi setelah berkata, "Saya tidak ingin mati demi Putin dan kalian," kepada polisi.

Warga Rusia nekat menggelar protes meski ada peringatan dari pemerintah bahwa protes yang tidak berizin merupakan tindakan kriminal. Para pengunjuk rasa bisa dipenjara hingga 15 tahun jika dianggap menyebarkan informasi bohong tentang militer Rusia.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved