Putin Akhirnya Perintahkan Mobilisasi, Pertama sejak Perang Dunia II

Kebijakan mobilisasi itu membuat Moskwa bisa mengerahkan 300.000 tentara cadangan.


zoom-inlihat foto
Sevastopol-di-Krimea.jpg
ALEXEY DRUZHININ / RIA-NOVOSTI / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) melihat kapal-kapal armada Rusia di Laut Hitam ketika berkunjung ke Sevastopol di Krimea, (9/5/2014)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi warga Rusia, (21/9/2022). Ini adalah yang pertama sejak Perang Dunia II.

Kata Putin, jika Barat terus melakukan "pemerasan nuklir", Rusia akan menggunakan seluruh senjatanya.

"Jika integritas wilayah kita terancam, kita akan menggunakan semua alat yang tersedia untuk melindungi rakyat kita, ini bukan gertak sambal," kata Putin dalam pidatonya yang disiarkan melalui televisi, dikutip dari Reuters.

Putin juga berujar bahwa Rusia memiliki "banyak senjata untuk membalas".

Menteri Pertahanan Rusia mengatakan mobilisasi yang tidak dilakukan secara penuh itu akan membuat Moskwa bisa mengerahkan 300.000 tentara cadangan. Mereka yang dikerahkan adalah warga yang sudah memiliki pengalaman militer.

Kebijakan mobilisasi itu muncul di tengah kabar kekalahan pasukan Rusia di medan tempur timur. Dengan mobilisasi itu, konflik di Ukraina diperkirakan akan makin besar.

Baca: TV Rusia Sebut Pemakaman Ratu Jadi Waktu yang Tepat untuk Menuklir Inggris

"Sudah jelas bahwa ini sesuatu yang harus kita tanggapi dengan sangat serius karena, Anda tahu, bahwa kita tidak memegang kendali. Sebenarnya, saya tidak yakin bahwa dia juga memegang kendali. Sudah jelas bahwa ini adalah eskalasi," kata Menteri Urusan Luar Negeri Inggris Gillian Keegan kepada Sky News, dikutip dari Reuters.

Baca: Rusia Mulai Terdesak, Kelompok Separatis di Ukraina Minta Refendum Digelar

Sementara itu, Mykhailo Podilyak selaku penasihat kepresidenan Ukraina mengatakan mobilisasi yang dilakukan Rusia merupakan hal yang bisa diprediksi. Mobilisasi itu membuktikan bahwa perang di Ukraina tidak berjalan sesuai dengan rencana Rusia.

Menurut Putin, mobilisasi itu bertujuan untuk mempertahankan Rusia dan integritas wilayahnya. Dia juga berkata Barat tidak ingin ada perdamaian di Ukraina.

Putin menyebut AS, Inggris, dan Belgia telah mendesak Ukraina untuk "memindahkan operasi militer ke wilayah Rusia untuk menjarah Rusia sepenuhnya".

"Pemerasan nuklir juga digunakan," kata Putin untuk menyinggung serangan di PLTN Zaporizhzhia. Rusia dan Ukraina saling menuduh bahwa lawannya menyerang PLTN itu.

Baca: Kalah di Ukraina Timur, Pasukan Rusia Dilaporkan Merekrut 10.000 Narapidana

Presiden Rusia Vladimir Putin dan warga Rusia lainnya membawa foto anggota mereka, yang menjadi tentara Perang Dunia II, ketika mengikuti peringatan Hari Kemenangan di Lapangan Merah, Moskwa, 9 Mei 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan warga Rusia lainnya membawa foto anggota mereka, yang menjadi tentara Perang Dunia II, ketika mengikuti peringatan Hari Kemenangan di Lapangan Merah, Moskwa, 9 Mei 2022. (NATALIA KOLESNIKOVA / AFP)

Mantan agen intelijen itu juga menuding beberapa pejabat tinggi NATO telah membuat pernyataan tentang kemungkinan penggunaan senjata pemusnah massal, yakni nuklir, untuk melawan Rusia.

"Kepada mereka yang membuat pernyataan seperti itu tentang Rusia, saya ingin mengingatkan kalian bahwa negara kami juga memiliki berbagai senjata pemusnah massal, dan sebagian lebih modern daripada yang dimiliki negara-negara NATO," kata Putin menjelaskan.

Putin masih menegaskan bahwa tujuan operasi militer Rusia ialah "membebaskan" daerah Donbas di Ukraina timur. Kata dia, mayoritas orang di Donbas tidak ingin kembali "ditindas" oleh pemerintah Ukraina.

Rusia sudah menganggap wilayah Luhansk dan Donetsk di Donbas sebagai negara merdeka.

Baca: Polisi Ukraina Temukan Kuburan Massal Berisi 440 Jasad di Kota Izium

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved