Rusia Mulai Terdesak, Kelompok Separatis di Ukraina Minta Refendum Digelar

Kemajuan besar yang didapatkan Ukraina membuat kelompok separatis kecewa dan meminta referendum segera digelar.


zoom-inlihat foto
tentara-Rusia-terbakar-Kota-Izium.jpg
JUAN BARRETO / AFP
Kendaraan lapis baja milik tentara Rusia terbakar Kota Izium, Kharkiv, Ukraina timur, (14/19/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pasukan Kiev dilaporkan sudah bergerak lebih jauh ke daerah-daerah di Ukraina timur yang baru saja ditinggalkan oleh pasukan Rusia.

"Pasukan pendudukan Rusia terlihat jelas sedang panik," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dikutip dari Reuters.

Zelenskiy mengatakan Ukraina ingin kehidupan di wilayah-wilayah yang baru saja direbut segera normal kembali seperti sebelum invasi.

Dia juga kembali meminta negara-negara sekutunya agar kembali mengirimkan senjata secepatnya.

"Kami melakukan segalanya untuk memastikan kebutuhan Ukraina terpenuhi dalam berbagai bidang, yakni pertahanan, keuangan, ekonomi, diplomasi," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Serhiy Gaidari menyebut pasukan Ukraina telah menguasai Desa Bilohorivka dan kini bersiap merebut kembali seluruh wilayah di Provinsi Luhansk.

Baca: Kalah di Ukraina Timur, Pasukan Rusia Dilaporkan Merekrut 10.000 Narapidana

"Akan ada pertarungan demi memperebutkan setiap jengkal tanah," kata Gaidai melalui Telegram. Gaidai mengatakan pasukan Rusia sedang mempersiapkan pertahanan mereka. Oleh karena itu, pasukan Ukraina tidak bisa langsung bergerak maju.

Baca: Ukraina Sebut Pasukan Rusia Serang PLTN Pivdennoukrainsk

Pasukan Ukraina mulai mendesak maju ke Luhansk setelah memukul mundur pasukan Rusia di Provinsi Kharkiv bulan ini.

Kemajuan besar yang didapatkan Ukraina membuat kelompok separatis kecewa dan meminta referendum segera digelar. Dengan referendum itu, kelompok separatis berharap daerah yang mereka kuasai segera bergabung menjadi wilayah Federasi Rusia.

Denis Pushilin, kepala kelompok separatis pro-Rusia di Donetsk, mendorong rekan-rekannya sesama pemimpin separatis agar bersatu untuk menyiapkan referendum itu.

Militer Ukraina pada hari Senin, (19/9/2022), berujar pertempuran baru terjadi di daerah Donetsk.

"Selama 24 jam terakhir, satuan-satuan dari Pasukan Pertahanan Ukraina telah menangkis serangan musuh dari area permukiman Mayorsk, Vesele, Kurdyumivka, dan Novomykhailivka," demikian pernyataan dari Ukraina.

Baca: AS Kecewa karena Hujan Sanksi Belum Bisa Lumpuhkan Ekonomi Rusia

Adapun di daerah selatan, serangan balik Ukraina menghasilkan sedikit kemajuan. Ukraina mengklaim telah menenggelamkan kapal di dekat Nova Kakhovka, Kherson, yang membawa pasukan Rusia dan peralatan militer.

Tentara Ukraina duduk di atas sebuah tank di Kota Izium, Kharkiv, Ukraine timur, (14/9/2022).
Tentara Ukraina duduk di atas sebuah tank di Kota Izium, Kharkiv, Ukraine timur, (14/9/2022). (JUAN BARRETO / AFP)

Serangan di PLTN

Pada hari yang sama, Ukraina juga menuding Rusia melancarkan serangan di dekat PLTN Pivdennoukrainsk.

Menurut Energoatom, BUMN nuklir Ukraina, muncul ledakan di tempat yang berjarak 300 meter dari reaktor. Ledakan itu merusak bangunan PLTN. Namun, reaktor nuklir tidak terdampak dan bisa beroperasi secara normal.

Serangan tersebut juga dilaporkan merusak PLTN hidroelektrik yang jaraknya dekat serta saluran transmisi.

"Saat ini ketiga unit daya listrik di PLTN Pivdennoukrainsk beroperasi secara normal. Untungnya tidak ada korban di antara staf PLTB," kata Energoatom.

Baca: Tarik Mundur Pasukannya, Rusia Blak-blakan Mengaku Kalah di Kharkiv

BUMN nuklir itu juga merilis dua foto yang memperlihatkan adanya lubang yang disebabkan oleh ledakan.

Serangan tersebut membuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy buka suara melalui Telegram.

"Para penyerbu ingin menyerang lagi, tetapi mereka lupa seperti apa PLTN itu. Rusia membahayakan seluruh dunia. Kita harus menghentikannya sebelum terlambat."

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Ukraina di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved