TRIBUNNEWSWKIKI.COM - Pasukan Rusia dikabarkan merekrut ribuan narapidana untuk bertempur di Ukraina.
Kabar itu muncul di tengah kekalahan pasukan Rusia di Ukraina timur dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut laporan yang ditulis oleh The Insider, aktivis hak asasi manusia bernama Olga Romanova telah mengungkapkan pola rekrutmen yang dilakukan Rusia.
Kepala Yayasan Rusia Behind Bars (Rusia di Belakang Jeruji Besi) itu mengatakan Grup Wagner, organisasi paramiliter Rusia, telah merekrut 10.000 narapidana.
"Seluruh narapidana diterima, tetapi yang diutamakan adalah para pembunuh, perampok, dan penjarah, seperti yang dikatakan oleh Prigozhin [Kepala Grup Wagner]," kata Romanova dikutip dari Newsweek.
"Mereka yang dipenjara karena menyebabkan luka fisik yang parah juga diterima. Dan sekarang mereka sudah mulai merekrut orang yang dipenjara karena pemerkosaan, tetapi mereka akan berdinas di satuan berbeda."
Baca: Rudal Hipersonik Rusia Diduga Jatuh Menghantam Wilayah Rusia Sendiri
Menurut Romanova, Rusia juga merekrut pelaku kanibalisme dari Saratov. "Mereka merekrut orang gila dari sana yang, bisa dikatakan, melakukan kanibalisme. Dia juga pergi berperang."
Baca: Tarik Mundur Pasukannya, Rusia Blak-blakan Mengaku Kalah di Kharkiv
Belum ada konfirmasi mengenai kebenaran klaim dari Romanov. Kementerian Luar Negeri Rusia juga belum buka suara.
Kata Romanova, pasukan itu dikumpulkan dari Rusia bagian tengah. "Yang paling utara ialah daerah Komi, Syktykvkar, yang paling selatan ialah Adygea, yang paling timur ialah Tatarstan, yang paling barat ialah Pskov dan Smolenks."
Romanova mengatakan para narapidana itu tidak bergabung dengan militer Rusia untuk mendapat uang. Mereka hanya ingin keluar dari penjara Rusia.
"... agar bebas, pergi ke mana pun mereka dikirim, karena setiap tempat di dunia ini lebih baik daripada penjara Rusia."
Baca: Makin Terdesak, Rusia Tarik Lebih Banyak Pasukan dari Ukraina Timur
Pejabat Ukraina juga pernah buka suara tentang upaya rekrutmen yang saat ini dilakukan Rusia. Pekan lalu Staf Jenderal Angkatan Bersenjata Rusia mengatakan pasukan Rusia terus melakukan "mobilisasi paksa" di wilayah yang mereka duduki di Ukraina.
"Di Donetsk, pasukan Rusia menemukan 'sumber baru' untuk menggantikan tentara yang tewas," demikian pernyataan Staf Jenderal Angkatan Bersenjata Rusia melalui unggahan di Facebook.
"Jadi, baru-baru ini perwakilan tentara pendudukan Rusia mulai datang ke rumah sakit setempat di kota itu dan memaksa pasien 'pulang.'"
"Laki-laki dengan usia militer dan memiliki berbagai penyakit atau luka, termasuk mereka yang terluka saat perang dan kini menjalani perawatan, masuk ke dalam rekrutan seperti itu."
Namun, klaim ini juga belum bisa diverifikasi kebenarannya.
Baca: Sekutu Putin Mencela Kekalahan Pasukan Rusia di Ukraina Timur
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Rusia di sini