AS Kecewa karena Hujan Sanksi Belum Bisa Lumpuhkan Ekonomi Rusia

Ekonomi Rusia ternyata lebih kuat daripada yang diperkirakan oleh Amerika Serikat.


zoom-inlihat foto
saat-memprotes-invasi-Rusia-ke-Ukraina.jpg
HANS PUNZ / APA / AFP
Pengunjuk rasa memegang poster yang bertuliskan "Keluarkan Rusia dari Swift" saat memprotes invasi Rusia ke Ukraina, Sabtu (26/2/2022), di depan Kedutaan Rusia di Wina, Austria.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Para pejabat Amerika Serikat (AS) kecewa lantaran sanksi yang dijatuhkan AS dan sekutunya hingga kini belum berdampak besar terhadap ekonomi RUsia.

Bahkan, dampak terburuk yang bisa ditimbulkan oleh sanksi ini diperkirakan belum bisa muncul hingga awal tahun depan.

Awalnya AS berharap sanksi itu bisa segera melumpuhkan mesin perang Rusia di Ukraina dan membuat Kremlin tidak bisa meneruskan invasi. Selain itu, sanksi itu juga diharapkan bisa membuat warga Rusia berbalik mengecam invasi.

Sayangnya, harapan itu belum terwujud. Ekonomi Rusia ternyata lebih kuat daripada yang diperkirakan oleh AS.

Menurut Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih di Finlandia, pada 100 hari pertama invasi, Rusia bahkan mampu menghasilkan 93 miliar euro dari ekspor minyak, gas, dan batu bara.

Ekonomi Rusia terkontraksi sekitar 4% antara bulan April dan Juni apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Namun, penurunan jauh lebih kecil daripada yang pernah diperkirakan, yakni 15%.

Baca: Demi Hindari Sanksi, Elite Rusia Ramai-Ramai Parkirkan Kapal Pesiar di Turki

Adanya kekecewaan itu diungkapkan oleh seorang pejabat AS.

"Kami memperkirakan bahwa hal-hal seperti SWIFT dan semua sanksi pemblokiran terhadap bank Rusia bakal berdampak besar terhadap ekonomi Rusia dan bahwa, kini memasuki bulan September, kami akan berhadapan dengan Rusia yang ekonominya jauh lebih lemah daripada sebelumnua," kata pejabat itu dikutip dari CNN International.

Baca: Ukraina Minta Rusia Kembali Disanksi karena Bahayakan PLTN Terbesar di Eropa

Pejabat lainnya berkata ada banyak rekannya dalam pemerintahan yang berharap ekonomi Rusia sudah lumpuh saat ini.

Kendati demikian, ada pejabat lain yang mengatakan bahwa para pejabat AS yang merumuskan sanksi itu sudah tahu bahwa dampak besar tidak akan terjadi dengan cepat.

"Saya pikir dari awal kami telah meyakini bahwa ketika Rusia menyerbu Ukraina dan kami menjatuhkan sanksi, sanksi tersebut kemungkinan akan menjadi sanksi jangka menengah hingga panjang," kata dia.

"Ini karena kami ingin tetap menekan Rusia dalam jangka panjang karena Rusia mengobarkan perang melawan Ukraina, dan kami ingin mengurangi kemampuan ekonomi dan industri Rusia. Jadi, kami selalu menganggap ini sebagai permainan jangka panjang."

Baca: Putin Sebut Barat Tak Bisa Kucilkan Rusia dari Dunia, Sanksi Tak Mempan

Ilustrasi krisis ekonomi
Ilustrasi krisis ekonomi (Tribun Manado)

Dia mengatakan sempat terlihat dampak besar dalam ekonomi Rusia, misal saat jatuhnya nilai mata uang rubel. Namun, Rusia bisa pulih dengan cepat karena menghasilkan pendapatan dari ekspor energi.

Dia dan sejumlah pejabat intelijen lain tetap meyakini bahwa dalam jangka panjang, ekonomi Rusia bakal terdampak parah. Dampak ini disebabkan oleh biaya perang di Ukraina dan upaya Barat untuk menyingkirkan Rusia dari perdagangan dunia.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved