Sekutu Putin Mencela Kekalahan Pasukan Rusia di Ukraina Timur

Ramzan Kadrov, pemimpin Chechnya, kecewa atas kekalahan pasukan Rusia.


zoom-inlihat foto
Rusia-di-Kharkiv.jpg
HANDOUT / GENERAL STAFF OF THE UKRAINIAN ARMED FORCES / AFP
Foto yang dirilis oleh Angkatan Bersenjata Ukraina memperlihatkan kendaraan lapis baja yang ditinggalkan pasukan Rusia di Kharkiv, (11/9/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kekalahan Rusia beberapa hari ini di medan tempur Ukraina timur membuat banyak nasionalis Rusia kecewa.

Salah satu yang kecewa ialah Ramzan Kadrov, pemimpin Chechnya sekaligus sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam pesan yang diunggahnya di Telegram, Kadrov mencela kekalahan Rusia di Kota Izium, Provinsi Kharkiv. Kekalahan itu adalah yang terburuk sejak pasukan Rusia mundur dari Ibu Kota Kiev bulan Maret lalu.

Kadrov mengakui bahwa rencana militer Rusia tidak berjalan sesuai dengan rencana. Dia mendesak rencana militer Rusia segera diubah.

"Jika hari ini atau besok tidak ada perubahan dalam operasi militer khusus ini, saya terpaksa menemui para pemimpin negara ini untuk menjelaskan situasi di medan perang kepada mereka," kata Kadrov, (11/9/2022), dikutip dari Reuters.

Moskwa masih bungkam tentang kekalahan ini dan belum memberikan penjelasan. Hal ini memicu kemarahan di antara para nasionalis yang mendukung perang di Ukraina.

Baca: Tentara Rusia Kabur dari Desa Ukraina, Tinggalkan Senjata & Kendaraan

"Mereka memalukan," kata Rybar, salah satu blogger militer Rusia di Telegram.

"Inilah bukan saatnya untuk tutup mulut dan bungkam."

Hari Jumat lalu, (9/9/2022), Kementerian Pertahanan Rusia mengunggah sebuah video dan mengatakan bahwa tentara Rusia sedang dikirim ke Kharkiv. Dua hari kemudian, kementerian itu berujar pasukan Rusia telah menyerang tentara Ukraina dengan rudal dan artileri.

Baca: AS Sebut Rusia Beli Jutaan Peluru Artileri dan Roket dari Korea Utara

Rusia juga sempat mengumumkan adanya "pengelompokan kembali". Pasukan di Kharkiv akan dialihkan ke wilayah Donetsk. Rusia mengaku memfokuskan wilayah Donetsk. Namun, pernyataan itu dicela oleh para blogger militer Rusia.

Sebuah mobil berjalan melewati kendaraan lapis baja yang rusak di Kota Balakliya, Kharkiv, (10/9/2022).
Sebuah mobil berjalan melewati kendaraan lapis baja yang rusak di Kota Balakliya, Kharkiv, (10/9/2022). (JUAN BARRETO / AFP)

Putin hingga kini belum buka suara tentang kekalahan pasukannya di negara bekas Uni Soviet itu.

Igor Girkin, mantan Dinas Keamanan Federal Rusia, mengatakan kekalahan Rusia saat ini mirip dengan kekalahan Rusia dalam Pertempuran Mukden tahun 1905.

Menurut dia, Rusia akan kalah perang di Ukraina apabila tidak melakukan mobilisasi massal.

Baca: Bos Perusahaan Gas Terbesar Kedua di Rusia Tewas Terjatuh dari Jendela

Kemarahan para nasionalis atas kegagalan operasi militer bisa menjadi masalah besar bagi Kremlin.

Ketika warga Rusia tengah merayakan peringatan Hari Moskow pada Sabtu lalu, muncul kegelisahan atas kekalahan pasukan Rusia. Sergey Mironov, pemimpin Partai Rusia Berkeadilan, bahkan menyarankan pertunjukan kembang api dibatalkan karena situasi militer sedang buruk.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini

 

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved