AS Sebut Rusia Beli Jutaan Peluru Artileri dan Roket dari Korea Utara

Data intelijen Amerika Serikat mengungkap bahwa Rusia membeli alutsista dari Korea Utara.


zoom-inlihat foto
Kota-Vinnytsia-Ukraina.jpg
STR / UKRAINE EMERGENCY SERVICE / AFP
Sebuah gedung di Kota Vinnytsia, Ukraina, rusak akibat serangan udara Rusia, (14/7/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia diduga membeli jutaan peluru artileri dan roket dari Korea Utara (Korut).

Dugaan ini muncul dalam laporan yang ditulis oleh New York Times berdasarkan data intelijen Amerika Serikat (AS).

Menurut pejabat AS, laporan tersebut akurat. Rusia juga dilaporkan akan membeli tambahan alutsisa dari negara yang dipimpin Kim Jong-un itu..

"Kementerian Pertahanan Rusia sedang dalam proses membeli jutaan roket dan peluru artileri dari Korea Utara untuk digunakan di medan tempur di Ukraina," kata seorang pejabat AS, dikutip dari Reuters.

Kata pejabat tersebut, pembelian itu menunjukkan bahwa militer Rusia terus kekurangan amunisi, salah satunya akibat larangan ekspor dan sanksi.

"Kami memperkirakan Rusia bisa berupaya membeli perlengkapan militer tambahan dari Korea Utara ke depannya," kata dia secara anonim.

Baca: Bos Perusahaan Gas Terbesar Kedua di Rusia Tewas Terjatuh dari Jendela

Para pejabat AS meyakini pembelian itu juga memperlihatkan bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan sekutunya mulai berdampak.

Menurut laporan itu, data intelijen yang baru saja diungkap tidak memberikan rincian tentang amunisi yang dibeli. Namun, disebutkan bahwa pembelian itu termasuk peluru dan roket.

Baca: Rusia Matikan Pipa Nord Stream 1 yang Alirkan Gas ke Eropa

Selain membeli perlengkapan militer dari Korea Utara, Rusia juga membeli dari Iran.

Kini militer Rusia telah menggunakan drone Iran. Namun, pejabat AS berujar drone tersebut "banyak yang gagal".

Rusia diduga akan membeli tambahan drone berjenis Mohajer-6 dan Shahed untuk digunakan di medan tempur Ukraina.

Di sisi lain, Ukraina belakangan ini melancarkan serangan balik ke beberapa wilayah, termasuk Kherson.

Sebelum melakukan serangan balik, Ukraina terlebih dulu menyerang area logistik pasukan Rusia, terutama gudang artileri dan amunisi.

Para pejabat AS mengatakan sanksi yang dijatuhkan Barat telah mengurangi kemampuan Rusia untuk mengganti kendaraan militer dan senjata yang hancur di Ukraina.

Baca: Rusia Diduga Pindahkan Rudal S-300 dari Suriah ke Ukraina

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved