TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dugaan pembunuhan Brigadir Nofryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J disebut lantaran tindak asusila.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2022).
Aksi pembunuhan tersebut dicurigai gara-gara adanya laporan Putri Candrawathi atau istri Ferdy Sambo soal asusila.
“Kami sampaikan bahwa motif dipicu adanya laporan dari Ibu PC (Putri Candrawati) terkait masalah-masalah kesusilaan,” terang Kapolri, dikutip dari Kompas.
Namun pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan agar memperoleh kepastian soal motif yang saat ini berkembang.
Ia juga mengatakan soal ada satu pemeriksaan khususnya kepada Putri Candrawathi.
Baca: Kapolri Beber Pengakuan Awal Ferdy Sambo Tentang Kematian Brigadir J
Baca: Usul Listyo Sigit Dinonaktifkan Sebagai Kapolri Mencuat, Demokrat: Kita Tidak Percaya Polisi
“Kita sampaikan ada satu pemeriksaan yang kita tunggu untuk memastikan motif, khususnya (pemeriksaan) terhadap Ibu PC, besok,” ujar dia.
Diketahui sebelumnya Sigit menuturkan tentang adanya kesesuaian kronologi yang diperoleh Polri dan yang diutarakan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Sarifuddin Sudding.
Anggota Komisi III DPR itu mengatakan korban hendak menggendong Putri ketika tidur di sofa rumah pribadi Sambo yang ada di Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah pada 4 Juli 2022.
Hal tersebut disampaikan oleh Sudding dalam rapat dengar pendapat.
Lalu Brigadir J juga disebut masuk ke kamar putri pada 7 Juli 2022 lalu dan dua peristiwa tersebut dilihat oleh Kuat Ma'ruf.
Hingga akhirnya Kuat Ma'ruf menyuruh ART Ferdy Sambo yang bernama susi untuk melaporkan apa yang dilihatnya kepada Eks Kadiv Propam Polri tersebut lewat telepon.
Hingga akhirnya pembunuhan berencana pada Brigadir J disusun dan Bharada E diperintah Ferdy Sambo untuk mengeksekusi Brigadir J.
Namun, pihak kepolisian baru bisa memberi kesimpulan atas motif pembunuhan Brigadir J usai memasuki proses pemeriksaan terakhir.
Langkah tersebut guna mengetahui tentang adanya dugaan pelecehan seksual atau perselingkuhan hingga terjadi pembunuhan berencana.
“Mungkin bisa dapat gambaran secara jelas bahwa saudara Ferdy Sambo terpicu amarah dan emosinya saat PC melaporkan peristiwa yang terkait dengan masalah kesusilaan di Magelang,” lanjutnya.
Baca: Mahfud MD Enggan Jawab Pertanyaan DPR tentang Isu Komjen yang Akan Mundur karena Kasus Ferdy Sambo
Mahfud MD Ungkap Dapat Bocoran Motif Pembunuhan Brigadir J, Sebut Berbeda dengan Spekulasi
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan mendapat bocoran motif pembunuhan Brigadir J.
Ia menyebut setidaknya ada tiga dugaan motif terkait tewasnya Brigadir J.
Dikutip dari Tribunnews.com, Mahfud MD mengaku dugaan motif kasus pembunuhan Brigadir J berbeda dengan spekulasi yang selama ini muncul di publik, baik dari Komnas HAM, LPSK, maupun senior Polri dan TNI.