TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ukraina meminta dunia menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia karena serangannya membahayakan PLTN Zaporizhzhia.
Ukraina menyoroti risiko bencana nuklir yang bisa terjadi apabila serangan di dekat PLTN terbesar di Eropa itu terus dilakukan.
Baik Ukraina maupun Rusia saling menuduh lawannya bertanggung jawab atas serangan itu.
Pasukan Rusia dilaporkan melancarkan serangan dari di area PLTN Zaporizhzhia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan tentara Rusia di sana akan menjadi "target khusus" intelijen Ukraina.
"Jika bencana terjadi akibat tindakan Rusia, dampaknya bisa menimpa mereka yang saat ini diam," kata Zelenskiy pada hari Senin, (15/8/2022), dikutip dari Reuters.
Dia meminta Rusia dijatuhi sanksi dalam bidang nuklir.
Baca: Intelijen Ukraina Targetkan Tentara Rusia yang Sembunyi di PLTN Zaporizhzhia
"Jika saat ini dunia tidak menunjukkan kekutannya dan ketegasannya untuk mempertahankan sebuah PLTN, itu artinya dunia telah kehilangan."
Organisasi pengawas nuklir dunia telah memperingatkan potensi bencana nuklir yang bisa terjadi apabila serangan di area PLTN itu tidak dihentikan.
Baca: Rusia Tembakkan Roket dari Area Sekitar PLTN Terbesar di Eropa, Tewaskan 13
Pada hari Senin, Vladimir Rogov, pejabat di Ukraina yang diangkat Rusia, menyebut ada sekitar 25 serangan artileri Ukraina yang menghantam area sekitar PLTN dan permukiman warga sipil.
Kata Rogov, serangan itu dilancarkan melalui meriam howitzer M777 buatan Amerika Serikat (AS).
Kantor berita Rusia, Interfax, melaporkan bahwa pasukan Ukraina telah melepaskan tembakan artileri.
Peluru artileri tersebut meledak di dekat PLTN.
Namun, menurut pejabat Ukraina di Distrik Nikopol, serangan itu sebenarnya dilakukan oleh Rusia.
Serangan dilancarkan agar seolah-olah pasukan Ukraina-lah yang sedang menyerang.
"Rusia berpikir mereka bisa memaksa dunia untuk menyetujui syarat-syarat mereka dengan cara menyerang PLTN Zaporizhzhia," kata Andriy Yermak, Kepala Staf Kepresidenan Ukraina, melalui Twitter.
PBB berujar memiliki logistik dan kapasitas untuk membantu Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengunjungi PLTN itu jika Rusia dan Ukraina mengunjunginya.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah menghubungi Sekjen PBB Antonio Guterres untuk membahas syarat-syarat yang diperlukan agar PLTN itu beroperasi secara aman.
Namun, diplomat senior Rusia bernama Igor Vishnevetsky mengatakan misi IAEA meninjau PLTN itu akan sangat berbahaya.
"Bayangkan apa artinya berjalan melewati Kiev (ibu kota Ukraina), itu artinya mereka pergi ke PLTN melalui garis depan pertempuran," kata Vishnevetsky.
Di sisi lain, Ukriana menyebut sedang berencana melancarkan serangan balik guna merebut Zaporizhzhia.
(Tribunnewsiwki)
Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini