TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan intelijen Ukraina kini menargetkan tentara Rusia yang bersembunyi di area PLTN Zaporizhzhia.
Tentara Rusia dilaporkan berulang kali melancarkan serangan dari PLTN terbesar di Eropa itu.
"Setiap tentara Rusia yang menembak dari PLTN itu, atau menembak dengan menggunakan PLTN sebagai tempat perlindungan, harus paham bahwa dia menjadi target khusus intelijen kami," kata Zelenskiy dikutip dari Reuters.
Zelenskiy berulang kali menuding Rusia telah menggunakan PLTN itu sebagai "pemerasan nuklir".
Pasukan Ukraina kesusahan menyerang tentara Rusia di sana karena takut serangan itu mengenai fasilitas nuklir di PLTN Zaporizhzhia.
Negara-negara Group of Seven atau G-7 sudah meminta Rusia untuk menarik pasukannya dari sana.
Sebelumnya, dinas intelijen Ukraina juga telah memperingatkan adanya tindakan "provokasi" Rusia di sekitar PLTN.
Baca: Rusia Tembakkan Roket dari Area Sekitar PLTN Terbesar di Eropa, Tewaskan 13
Di sisi lain, Rusia justru menuding pasukan Ukraina menyerang area PLTN itu.
Penasihat kepresidenan Ukraina, Mykhailo Podolyak, menuduh Rusia sengaja "menyerang bagian PLTN yang menghasilkan energi listrik untuk Ukraina bagian selatan".
"Tujuannya ialah memutuskan hubungan kami dengan PLTN itu dan menyalahkan tentara Ukraina atas hal ini," kata Podolyak melalui Twitter.
Intelijen Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah menempatkan meriam howitzer di luar kota terdekat dan menaruh bendera Ukraina di atasnya.
Baca: Rusia Tembakkan Puluhan Rudal ke Area Dekat PLTN Terbesar di Eropa
Potensi bencana nuklir
Lembaga PBB untuk urusan energi nuklir (IAEA) sudah memperingatkan potensi bencana nuklir di Zaporizhzhia.
Perusahaan energi nuklir milik pemerintah Ukraina juga telah memperingatkan bahwa tempat penampungan material radioaktif mungkin diserang.
Namun, Rusia berujar pasukannya bertanggung jawab dalam tindakannya dan memastikan keamanan kompleks PLTN itu.
Menurut Ukraina, ada sekitar 500 pasukan Rusia dengan senjata berat dan kendaraan yang berada di PLTN itu.
Baca: Ukraina Sebut Pasukan Rusia Sudah Angkat Kaki dari PLTN Chernobyl
Kepala staf Presiden Ukraina, Andriy Yermak, mengatakan Rusia tahu bahwa Ukraina sulit menyerang balik.
"Tentara Rusia yang penegcut tidak bisa berbuat apa-apa lagi, jadi mereka menyerang kota-kota sambil bersembunyi di PLTN Zaporizhzhia," kata Yermak.
PLTN Zaporizhzhia sendiri sudah diduduki oleh pasukan Rusia sejak bulan Maret lalu.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini