TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ukraina menuding Rusia menembakkan roket dari area sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.
Menurut Ukraina, serangan roket itu menewaskan 13 orang dan melukai 10 lainnya.
Namun, Ukraina sulit membalas serangan itu karena berisiko mengenai PLTN Zaporizhzhia.
Rusia diyakini menargetkan Kota Marhanets. Menurut Moskwa, Marhanets pernah digunakan oleh pasukan Ukraina untuk menembaki tentara Rusia di PLTN Zaporizhzhia.
PLTN Zaporizhzhia sendiri sudah diduduki oleh pasukan Rusia sejak bulan Maret lalu.
Dikutip dari The Guardian, Ukraina dan Rusia saling menuduh bahwa lawannya sengaja membahayakan PLTN itu.
Militer Ukraina juga mengatakan bahwa Rusia menyerang sejumlah area lainnya di kawasan Zaporizhzhia, termasuk Kota Vuhledar yang menjadi pusat pertambangan batu bara.
Baca: Pemimpin Separatis Dukung Zaporizhzhia Pisahkan Diri dari Ukraina & Gabung dengan Donetsk
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan tentara Ukraina tidak akan diam saja atas serangan ini.
Zelenskiy meminta sekutu Baratnya untuk mengirimkan lebih banyak senjata yang ampuh.
Sementara itu, Lembaga PBB untuk urusan energi nuklir (IAEA) sudah memperingatkan potensi bencana nuklir di Zaporizhzhia.
Negara-negara Group of Seven (G-7) meminta Rusia untuk menyerahkan pembangkit listrik itu kepada Ukraina.
Namun, Rusia sepertinya tidak akan memenuhi permintaan itu. Rusia juga tidak buka suara atas serangan di Marhanets.
Baca: Rusia Tembakkan Puluhan Rudal ke Area Dekat PLTN Terbesar di Eropa
Kepala staf Presiden Ukraina, Andriy Yermak, mengatakan Rusia tahu bahwa Ukraina sulit menyerang balik.
"Tentara Rusia yang penegcut tidak bisa berbuat apa-apa lagi, jadi mereka menyerang kota-kota sambil bersembunyi di PLTN Zaporizhzhia," kata Yermak.
Kata Ukraina, ada sekitar 500 pasukan Rusia dengan senjata berat dan kendaraan yang berada di PLTN itu.
Perusahaan energi nuklir milik pemerintah Ukraina telah memperingatkan bahwa tempat penampungan material radioaktif mungkin diserang.
Namun, Rusia berujar pasukannya bertanggung jawab dalam tindakannya dan memastikan keamanan kompleks PLTN itu.
Baca: Rusia Hancurkan Laboratorium PLTN Chernobyl yang Tangani Limbah Nuklir
Gubernur Wilayah Dnipropetrovs, Valentyn Reznychenko, menyebut sudah ada 20 gedung yang rusak di seberang Sungai Dnieper.
Pada hari Rabu, (10/8/2022), menggencarkan operasi militernya di sejumlah medan tempur.
Militer Ukraina mengatakan Rusia melancarkan tembakan ke 28 kota di Ukraina bagian timur laut, barat daya, dan selatan, termasuk Kharkiv, Donetsk, Kherson.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini